RPS Hargobinangun Kelola 4 Ton Sampah per Hari, Meski Minim Alat
RPS Hargobinangun di Kaliurang mampu mengelola hingga 4 ton sampah per hari meski masih minim alat modern dan armada pengangkut.
Sejumlah kendaraan bermotor, dalam kondisi hujan deras, sedang melintasi Jalan Affandi di Kalurahan Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (11/4/2026)./ Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman menyiapkan normalisasi Saluran Gendong pada 2026 untuk mengatasi genangan yang kerap terjadi di kawasan selatan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta saat hujan deras.
Genangan yang muncul di kawasan tersebut dipastikan bukan akibat banjir, melainkan keterbatasan kapasitas drainase dalam menampung aliran air dari wilayah utara. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena kerap mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman, Haryadi Widodo, menjelaskan aliran air dari kawasan utara, termasuk sekitar Pasar Condongcatur, mengalir deras menuju saluran di sepanjang ring road. Namun, sejumlah titik drainase belum mampu menampung debit air yang tinggi.
“Di sisi timur perempatan UPN Veteran hingga depan Bank BPD DIY, saluran sudah diperbesar menjadi 1,5 meter x 1,5 meter. Tapi di sisi barat masih 1 meter x 1 meter, ini yang jadi kendala,” katanya, Senin (13/4/2026).
Ketimpangan kapasitas saluran tersebut memicu penumpukan air, terutama saat hujan deras, sehingga menimbulkan genangan hingga belasan sentimeter.
Pemkab Sleman pun berkoordinasi dengan pihak terkait karena drainase di sepanjang ring road merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui PJN.
“Kami usulkan pembesaran penampang di sisi barat untuk mengurangi genangan,” ujar Haryadi.
Penanganan tahun ini difokuskan di kawasan selatan kampus yang kerap tergenang hingga sekitar 15 sentimeter. Dalam kondisi ekstrem, air bahkan dapat masuk ke permukiman warga di sekitar Selokan Mataram.
Sebagai solusi jangka menengah, Pemkab Sleman akan melakukan normalisasi Saluran Gendong. Saluran ini berfungsi sebagai pengaman agar aliran air tidak masuk ke Selokan Mataram yang kapasitasnya sudah diperhitungkan.
“Saluran Gendong ini jadi pengaman. Akan kami normalisasi supaya aliran air lebih lancar,” jelasnya.
Proyek ini akan dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, termasuk terkait pemanfaatan lahan dan teknis pelaksanaan.
Saat ini, proyek masih dalam tahap penyelesaian administrasi dan teknis. Desain serta Harga Perkiraan Sendiri (HPS) telah disiapkan sebagai dasar pelaksanaan.
Normalisasi Saluran Gendong ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026 menggunakan anggaran APBD. Besaran anggaran masih dalam tahap pembahasan.
Dengan normalisasi ini, Pemkab Sleman berharap genangan di kawasan selatan UPN Veteran dapat berkurang signifikan, sehingga aktivitas warga dan pengguna jalan tidak lagi terganggu saat hujan deras.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPS Hargobinangun di Kaliurang mampu mengelola hingga 4 ton sampah per hari meski masih minim alat modern dan armada pengangkut.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang