Sampah Visual di Jogja Harus Ditertibkan, Jangan Tunggu Laporan Warga
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Rokok - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Peredaran rokok ilegal di Kota Jogja kini muncul dengan modus baru. Satpol PP Kota Yogyakarta menemukan praktik penggunaan pita cukai asli, meski demikian isi rokok dalam kemasan tidak sesuai ketentuan, sehingga berpotensi merugikan negara.
Temuan ini diungkap Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Jogja, Dodi Kurnianto, yang menyebut pelaku memanfaatkan celah pengawasan dengan mengelabui jumlah isi rokok dalam kemasan.
“Modusnya pita cukai asli, tapi isi rokok ini tidak sesuai. Misalnya pada banderol tertulis isi 10 batang, tetapi di dalamnya berisi 20 batang, modusnya seperti itu,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, rokok tersebut tidak hanya dipasarkan secara eceran, tetapi juga dalam bentuk bungkusan. Dalam praktiknya, cukai yang dibayarkan hanya mencakup sebagian isi rokok, sementara sisanya tidak dikenai cukai sebagaimana mestinya.
Hingga April 2026, Satpol PP mencatat hasil operasi rokok ilegal mencapai sekitar 1.500 batang. Mayoritas temuan menggunakan pita cukai yang tidak sesuai peruntukannya.
Dalam penanganan kasus, Satpol PP bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Seluruh proses hukum, termasuk pengenaan sanksi dan pengelolaan barang bukti, ditangani oleh pihak Bea Cukai.
“Terakhir kami juga melakukan operasi bersama Bea Cukai. Semua barang bukti yang diamakan dan dipegang oleh Bea Cukai,” jelasnya.
Dodi menyebut, peredaran rokok ilegal banyak ditemukan di warung kelontong. Namun, sebagian besar pemilik warung diduga tidak menyadari bahwa produk yang mereka jual merupakan rokok ilegal.
“Kelihatannya pemilik warung hanya menerima titipan menurut pengakuannya. Mereka mengira rokok tersebut sudah bercukai, padahal cukainya hanya sebagian,” katanya.
Berdasarkan temuan lapangan, distribusi rokok ilegal ini umumnya dilakukan melalui sistem titipan oleh sales, bukan melalui pembelian langsung oleh pemilik warung.
Meski demikian, Dodi menilai tren peredaran rokok ilegal di Kota Jogja cenderung menurun dan semakin sulit ditemukan. Ia juga mencatat kemunculan berbagai merek baru yang mendominasi peredaran saat ini.
“Sekarang yang muncul justru rokok dengan merek-merek baru. Secara umum, kecenderungannya menurun,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Simak contoh surat referensi kerja yang benar, fungsi, manfaat, serta format resmi yang dapat meningkatkan peluang diterima di perusahaan.
Rektor Prof. Hari Purnomo mengajak alumni membangun growth mindset untuk menghadapi AI dan tantangan global.
Video Pos Polisi Nampu Saradan viral di media sosial. Warganet membagikan kenangan melintasi jalur lama Madiun–Nganjuk sebelum era jalan tol.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,3 mengguncang Jawa Timur dan terasa hingga DIY. BMKG memastikan gempa akibat subduksi ini tidak berpotensi tsunami.
Pemda DIY buka fakta proyek mesin susu 2023. Kontrak diputus, pembayaran dihentikan, dan kasus kini diselidiki Kejati DIY.