21 Adegan Rekonstruksi Ungkap Kronologi Pembacokan Pelajar di Jogja
Polresta Jogja menggelar rekonstruksi pembacokan di depan SMAN 3 Jogja. Polisi mengungkap korban tewas akibat luka bacok di dada kanan atas.
Foto ilustrasi Siswa SMA - dibuat menggunakan artificial intelligence ChatGpt
Harianjogja.com, JOGJA — Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK Negeri di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun Ajaran 2026/2027 resmi dibuka. Pemerintah menyiapkan total 33.279 kursi dengan penegasan bahwa seluruh proses seleksi berlangsung transparan dan bebas praktik titipan.
Kebijakan ini ditetapkan melalui Keputusan Gubernur DIY Nomor 95 Tahun 2026 dan dilaksanakan secara daring penuh. Sistem seleksi menggabungkan nilai akademik dan rapor, serta dibagi ke dalam beberapa jalur penerimaan.
Kabid Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Disdikpora DIY, Suci Rohmadi, memastikan bahwa proses penerimaan tahun ini mengedepankan prinsip keadilan.
“Seluruh tahapan seleksi diselenggarakan secara transparan dan bebas dari praktik titipan,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).
Dari total daya tampung, sebanyak 15.048 kursi dialokasikan untuk SMA Negeri dan 18.231 kursi untuk SMK Negeri di seluruh DIY.
Seleksi dibagi menjadi empat jalur utama, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Jalur domisili memiliki porsi terbesar dengan kuota 35 persen yang mencakup sistem zonasi berbasis radius dan wilayah.
Sementara itu, jalur afirmasi dengan kuota sekitar 30 persen diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan.
Untuk jalur prestasi, calon siswa harus memenuhi syarat nilai gabungan minimal 280, khususnya bagi pendaftar di luar rayon tertentu. Adapun jalur mutasi ditujukan bagi siswa yang mengikuti perpindahan tugas orang tua.
Dalam proses seleksi, penilaian dilakukan dengan komposisi 60 persen dari hasil tes kemampuan akademik dan ASPD, serta 40 persen dari nilai rapor selama lima semester. Skema ini menjadi dasar utama dalam menentukan kelulusan.
Tahapan SPMB dimulai dari proses verifikasi dokumen pada awal Juni 2026, dilanjutkan pendaftaran yang dijadwalkan berlangsung pada 22–25 Juni 2026. Hasil seleksi akan diumumkan pada 26 Juni 2026 pukul 10.00 WIB.
Di tingkat sekolah, berbagai persiapan juga telah dilakukan untuk mendukung kelancaran proses pendaftaran. SMA Negeri 6 Yogyakarta, misalnya, telah membentuk tim khusus SPMB dan membuka layanan informasi bagi masyarakat.
Kepala SMA Negeri 6 Yogyakarta, Sri Moerni, menyampaikan bahwa pihak sekolah telah menyiapkan fasilitas pendukung seperti ruang layanan, perangkat komputer, hingga pendampingan bagi orang tua yang membutuhkan bantuan.
Sekolah tersebut membuka delapan rombongan belajar dengan total kapasitas 288 siswa, termasuk kuota untuk siswa inklusi.
“Beberapa orang tua sudah mulai datang untuk mencari informasi, sehingga layanan kami sudah berjalan sejak sekarang,” ujarnya.
Dengan sistem yang semakin terintegrasi dan transparan, SPMB DIY 2026 diharapkan mampu memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon siswa untuk mengakses pendidikan berkualitas di sekolah negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Jogja menggelar rekonstruksi pembacokan di depan SMAN 3 Jogja. Polisi mengungkap korban tewas akibat luka bacok di dada kanan atas.
Truk bermuatan semen terguling di Ring Road Selatan Bantul usai diduga gagal menyalip. Arus lalu lintas sempat terganggu sebelum kembali normal.
Presiden Prabowo memanggil Jaksa Agung, Kapolri, dan Menhan untuk menerima laporan serta menjaga stabilitas di tengah perkembangan kasus hukum.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meraih penghargaan dalam Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 pada klaster Ekonomi Berkelanjutan dan Kebudayaan
Pakar UMY menegaskan PPN 11% Strava bukan pajak olahraga, melainkan dikenakan pada layanan premium aplikasi digital berbayar.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pentingnya membangun bisnis berbasis nilai dan kepercayaan dalam era ekonomi modern.