Mobil Daihatsu Zebra Terbakar di Pandak Bantul, Dipicu Aki Dicas
Mobil Daihatsu Zebra terbakar di garasi rumah warga Pandak, Bantul, diduga dipicu percikan aki saat proses pengecasan kendaraan.
Foto ilustrasi pipa air bersih dari sumber air. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Perumdam Tirta Projotamansari Bantul menargetkan penambahan hingga 1.500 sambungan rumah tangga baru sepanjang 2026. Upaya perluasan layanan air bersih ini dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kapasitas produksi air yang masih tersedia dan belum dimanfaatkan secara maksimal.
Saat ini jumlah pelanggan PDAM Bantul telah menembus lebih dari 50.000 sambungan. Meski jaringan layanan sudah menjangkau seluruh 17 kapanewon di Kabupaten Bantul, cakupan layanan air minum perpipaan masih berada di kisaran 14,7 persen dari total rumah tangga yang ada.
Direktur Utama Perumdam Tirta Projotamansari Bantul, Arinto Hendro Budiantoro, mengatakan target penambahan pelanggan baru pada 2026 disesuaikan dengan kapasitas layanan yang masih tersedia.
“Untuk tahun ini kami menargetkan penambahan sekitar 1.000 sampai 1.500 sambungan rumah tangga baru. Target itu disesuaikan dengan kapasitas yang belum digunakan dan masih tersedia,” kata Arinto, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, meskipun jaringan PDAM telah hadir di seluruh wilayah kapanewon di Bantul, masih ada sejumlah kawasan yang belum dapat menikmati layanan secara optimal karena belum memiliki sistem penyediaan air minum yang memadai.
Salah satu wilayah yang masih menjadi perhatian adalah Kapanewon Dlingo. Hingga kini, tiga kalurahan, yakni Mangunan, Muntuk, dan Terong, belum terhubung dengan jaringan layanan PDAM Bantul.
Arinto menjelaskan, tantangan yang dihadapi bukan sekadar pembangunan jaringan pipa distribusi. Wilayah tersebut juga belum memiliki Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang lengkap, mulai dari sumber air baku, instalasi pengolahan air, reservoir, hingga jaringan distribusi ke pelanggan.
Untuk memperluas cakupan layanan, PDAM Bantul telah mengusulkan pembangunan tiga SPAM baru kepada pemerintah pusat melalui pendanaan APBN. Ketiga proyek tersebut meliputi SPAM Dlingo, SPAM Pleret–Piyungan, dan SPAM Kamijoro.
SPAM Kamijoro dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan air bersih di wilayah selatan Bantul yang terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan terbukanya akses melalui jembatan baru.
Sementara itu, SPAM Dlingo dirancang untuk memperluas jangkauan layanan air bersih sekaligus mengurangi risiko kekeringan yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.
“Di Dlingo masih ada isu kekeringan ketika musim kemarau panjang. Karena itu kami siapkan SPAM baru untuk melayani wilayah yang selama ini belum terjangkau,” ujarnya.
Selain dua proyek tersebut, SPAM Pleret–Piyungan juga diproyeksikan untuk melayani kawasan sekitar pengelolaan sampah Piyungan. Kehadiran sistem ini diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan kualitas air yang berpotensi terdampak aktivitas persampahan di wilayah tersebut.
Arinto mengungkapkan, usulan pembangunan tiga SPAM tersebut sebenarnya telah diajukan sejak 2019 hingga 2020. Namun, realisasinya tertunda akibat pandemi Covid-19 yang berdampak pada berbagai program pembangunan infrastruktur nasional.
Setelah pandemi mereda, proyek tersebut kembali menghadapi tantangan berupa penyesuaian anggaran di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum sehingga pelaksanaannya belum dapat dilakukan hingga saat ini.
Meski demikian, PDAM Bantul terus berupaya mendorong pemerintah pusat agar pembangunan ketiga SPAM tersebut dapat segera masuk tahap realisasi. Keberadaan proyek ini dinilai penting untuk meningkatkan cakupan layanan air minum perpipaan sekaligus mendukung kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah yang masih belum terlayani secara optimal.
“Kalau tahun ini belum. Harapan kami minimal bisa mulai terealisasi pada 2027,” pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mobil Daihatsu Zebra terbakar di garasi rumah warga Pandak, Bantul, diduga dipicu percikan aki saat proses pengecasan kendaraan.
PDAM Bantul menargetkan 1.000-1.500 pelanggan baru pada 2026. Tiga proyek SPAM diusulkan untuk memperluas layanan air bersih.
Pemkot Yogyakarta mulai menghapus becak motor di Malioboro dan menggantinya dengan becak listrik. Target 900 unit rampung dalam dua tahun.
Menlu Sugiono menanggapi kritik Dino Patti Djalal soal kunjungan luar negeri Prabowo dan menegaskan diplomasi Indonesia membawa manfaat nyata.
Jadwal KRL Solo–Jogja Kamis 4 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 4 Juni 2026. Kereta pertama berangkat pukul 05.05 WIB dari Stasiun Yogyakarta dengan tarif Rp8.000.