SDN Pingit Sebut MBG Bantu Siswa yang Berangkat Tanpa Sarapan
SDN Pingit menilai Program Makan Bergizi Gratis membantu siswa dari keluarga prasejahtera. Selama hampir setahun berjalan, belum ada kasus keracunan makanan.
\nWisatawan asing melintas di lereng Gunung Merapi wilayah Kaliadem, Cangkringan, Sleman, setelah terjadi erupsi, Selasa (3/3/2020). /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA — Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ternyata membawa efek ganda bagi perekonomian. Di satu sisi menekan sejumlah sektor, namun di sisi lain justru menjadi “angin segar” bagi industri pariwisata di Kota Jogja.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja mencatat peningkatan signifikan pada kunjungan dan lama tinggal wisatawan mancanegara (wisman) selama April 2026. Kepala BPS Kota Jogja, Joko Prayitno, menyebut kondisi kurs rupiah yang melemah membuat daya beli turis asing meningkat saat berkunjung ke Indonesia.
“Bagi wisatawan asing, biaya selama di sini terasa lebih murah, sehingga mereka cenderung tinggal lebih lama,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Okupansi Hotel Naik Tajam
Data BPS menunjukkan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jogja melonjak hingga 14,12 poin pada April dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara hotel nonbintang juga mengalami kenaikan sebesar 4,93 poin.
Tak hanya itu, durasi menginap wisatawan asing juga mengalami peningkatan. Rata-rata lama tinggal (Length of Stay/LoS) wisman di hotel berbintang naik dari 1,77 hari pada Maret menjadi 2,22 hari pada April 2026. Untuk hotel nonbintang, LoS meningkat dari 1,72 hari menjadi 1,82 hari.
Kenaikan ini menjadi indikator kuat bahwa Jogja semakin kompetitif sebagai destinasi internasional, terutama di tengah fluktuasi ekonomi global.
Peluang Besar untuk Pariwisata
Menurut Joko, tren ini harus dimanfaatkan pelaku industri wisata untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat daya tarik destinasi. Momentum meningkatnya kunjungan wisman bisa menjadi pendorong pemulihan ekonomi daerah berbasis pariwisata.
Dengan harga yang relatif lebih “murah” bagi turis asing, Jogja memiliki peluang besar untuk menarik lebih banyak kunjungan, terutama dari pasar internasional.
Dampak Samping: Tekanan Inflasi
Namun, di balik kabar positif tersebut, pelemahan rupiah juga membawa konsekuensi terhadap sektor lain. Salah satunya terlihat dari kenaikan inflasi, terutama pada sektor transportasi.
Joko menjelaskan bahwa sejumlah komponen transportasi masih bergantung pada bahan impor. Kenaikan harga dolar berdampak langsung pada biaya operasional, termasuk harga oli hingga bahan bakar.
Selain itu, kenaikan harga avtur turut memicu tambahan biaya (surcharge) pada tiket pesawat. Penyesuaian harga BBM nonsubsidi juga ikut memperbesar tekanan biaya transportasi secara keseluruhan.
Efek Ganda Ekonomi
Fenomena ini menunjukkan bahwa pelemahan rupiah memiliki efek ganda. Sektor pariwisata mendapat keuntungan dari meningkatnya daya beli wisman, sementara sektor lain seperti transportasi harus menanggung beban biaya yang meningkat.
Ke depan, keseimbangan antara peluang dan risiko ini menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jogja, tetap terjaga dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SDN Pingit menilai Program Makan Bergizi Gratis membantu siswa dari keluarga prasejahtera. Selama hampir setahun berjalan, belum ada kasus keracunan makanan.
Juara Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya akan menerima cincin juara dari FIFA. Tradisi olahraga Amerika Serikat ini mewarnai sejarah baru sepak bola dunia.
KPK mengusulkan pemerintah membiayai alat peraga kampanye peserta pemilu untuk menekan biaya politik dan mencegah tindak pidana korupsi.
Veda Ega Pratama dan Mario Aji mengisi jeda paruh musim Moto3 dan Moto2 dengan berlibur di Bali sebelum melanjutkan latihan menuju Mandalika dan Silverstone.
Pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jawa terus dimatangkan untuk mengatasi banjir rob dan penurunan muka tanah serta melindungi pusat ekonomi nasional.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan warga Israel akan segera dideportasi jika ditemukan berada di Malaysia di tengah penyelidikan kasus di Johor.