Gedung Perpusda Baru Sleman Ditunda, RSUD Jadi Prioritas 2027
Pemkab Sleman menunda pembangunan gedung baru Perpusda pada 2027. Anggaran diprioritaskan untuk pembangunan RSUD Sleman yang dinilai lebih mendesak.
Foto ilustrasi radar pesawat. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN — Wacana reaktivasi penerbangan pesawat jet di Bandara Adisutjipto kembali mengemuka. Namun hingga kini, pengelola bandara masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah sebelum mengambil langkah lebih jauh.
General Manager Bandara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Soekadi, menegaskan operasional bandara saat ini tetap berjalan normal namun terbatas. Penerbangan yang dilayani masih didominasi pesawat baling-baling (propeler) untuk rute domestik.
Menurutnya, setiap perubahan kebijakan, termasuk kemungkinan mengaktifkan kembali pesawat jet, sepenuhnya berada di tangan regulator. Sebagai operator, pihak bandara akan mengikuti arahan pemerintah sekaligus menyiapkan langkah teknis yang diperlukan.
“Jika ada kebijakan resmi untuk mengaktifkan kembali pesawat jet, kami akan melakukan kajian menyeluruh sebelum implementasi,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Kajian tersebut, lanjutnya, tidak dilakukan secara sederhana. Pengelola akan mempertimbangkan berbagai aspek strategis mulai dari kapasitas landasan dan terminal, standar keselamatan serta keamanan penerbangan, hingga kualitas pelayanan dan kenyamanan penumpang.
Selain itu, konektivitas antar moda transportasi juga menjadi perhatian penting. Integrasi akses menuju bandara dinilai krusial untuk mendukung kelancaran mobilitas penumpang jika trafik penerbangan meningkat.
Tak hanya itu, skenario operasional juga akan disesuaikan dengan kebijakan penataan rute dan slot penerbangan dari pemerintah. Hal ini penting agar tidak terjadi tumpang tindih dengan operasional bandara lain di wilayah DIY dan sekitarnya.
Di sisi lain, wacana reaktivasi ini mendapat respons positif dari sektor pariwisata. Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, menilai langkah tersebut berpotensi besar mendongkrak kunjungan wisatawan, khususnya dari segmen menengah ke atas.
Menurutnya, peningkatan konektivitas udara akan membuka peluang pengembangan konsep quality tourism, yang tidak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga kualitas pengalaman dan nilai ekonomi yang dihasilkan.
“Sleman punya potensi besar, terutama di sektor gastronomi dan wellness berbasis budaya dan kearifan lokal,” jelasnya.
Pengembangan sektor ini, kata Kus, saat ini tengah digarap melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Selain penguatan konsep wisata, Pemkab Sleman juga mulai menggandeng pelaku industri event untuk menyiapkan agenda berskala nasional hingga internasional pada 2027. Harapannya, jika konektivitas penerbangan semakin baik, maka dampak ekonomi yang dirasakan tidak hanya pada sektor pariwisata, tetapi juga merambah ke pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Dengan berbagai potensi tersebut, reaktivasi Bandara Adisutjipto dinilai bisa menjadi momentum strategis untuk mengangkat daya saing pariwisata Sleman dan Jogja secara keseluruhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menunda pembangunan gedung baru Perpusda pada 2027. Anggaran diprioritaskan untuk pembangunan RSUD Sleman yang dinilai lebih mendesak.
Pemkab Bantul menargetkan 27.500 dosis vaksin PMK tuntas pada 2026 untuk menekan penyebaran penyakit pada ternak di seluruh kapanewon.
SMPN 1 Turi menyediakan loker HP di setiap kelas. Kebijakan ini membuat siswa lebih fokus belajar dan aktif bersosialisasi saat istirahat.
Mendikti Saintek Brian Yuliarto menegaskan pembentukan Universitas Republik Indonesia tidak mengubah fungsi Kemendikti Saintek.
Pemerintah menegaskan tidak ada rencana melarang seluruh vape. Kajian hanya difokuskan pada penyalahgunaan rokok elektrik untuk narkotika.
Pemkab Kulonprogo menggandeng UNY membuka program S2 jalur RPL bagi ASN yang dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun.