Reaktivasi Bandara Adisutjipto Dorong Pariwisata Naik Kelas

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Selasa, 02 Juni 2026 13:27 WIB
Reaktivasi Bandara Adisutjipto Dorong Pariwisata Naik Kelas

Bandara Adisutjipto - dok/Harianjogja

Harianjogja.com, SLEMAN—Wacana reaktivasi Bandara Adisutjipto (ADS) dinilai perlu segera direalisasikan guna memberikan dampak yang lebih besar terhadap sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelaku UMKM di Kabupaten Sleman. Kehadiran kembali bandara tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas wisatawan sekaligus memperkuat daya saing destinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, mengatakan reaktivasi Bandara Adisutjipto akan menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan, khususnya dari segmen menengah ke atas. Sejalan dengan itu, Dispar akan menyiapkan dan menyusun paket wisata yang lebih berkualitas dengan konsep quality tourism.

Langkah tersebut juga didukung oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa moda transportasi darat masih mendominasi perjalanan wisata nusantara pada 2024.

Berdasarkan data BPS tersebut, sebanyak 52,03% perjalanan wisata dilakukan menggunakan angkutan darat pribadi, disusul kereta api sebesar 21,35%, bus 16,36%, dan angkutan udara hanya 5,37%. Rendahnya proporsi penggunaan transportasi udara menunjukkan masih terbukanya peluang peningkatan mobilitas wisatawan melalui optimalisasi infrastruktur penerbangan, termasuk Bandara Adisutjipto.

Kus menilai peningkatan konektivitas udara akan mendukung pengembangan produk wisata yang sejalan dengan lima program unggulan Kementerian Pariwisata. “Terutama program ketiga yaitu pengembangan wisata bahari, gastronomi, dan wellness melalui program Pariwisata Naik Kelas,” kata Kus dihubungi, Selasa (2/6/2026).

Program tersebut bertujuan mendorong transformasi kualitas destinasi dan produk wisata sehingga mampu menarik wisatawan dengan pengeluaran lebih tinggi dan lama tinggal yang lebih panjang.

Kabupaten Sleman ia nilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor gastronomi dan wellness berbasis kekayaan budaya, kuliner, serta sumber daya lokal.

Untuk mewujudkan hal itu, Dinas Pariwisata Sleman menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi yang banyak beroperasi di wilayah tersebut. Sejumlah inisiasi awal telah dilakukan bersama Sekolah Vokasi UGM, UNY, USD, dan UAJY dalam pengembangan program gastronomi dan wellness.

Selain menggandeng dunia akademik, Dispar juga mulai berkolaborasi dengan pelaku industri event untuk mempersiapkan penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional di Kabupaten Sleman pada 2027.

Dengan dukungan konektivitas penerbangan yang lebih baik melalui reaktivasi Bandara Adisutjipto, pemerintah daerah optimistis sektor pariwisata Sleman dapat berkembang ke arah yang lebih berkualitas, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM setempat.

Sementara itu, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, juga sepakat bahwa keberadaan bandara di wilayah Sleman akan memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Melansir Bisnis Indonesia, Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungannya ke Kota Bandung menginstruksikan kepada Wali Kota Bandung Muhammad Farhan agar Bandara Husein Sastranegara direaktivasi bersama dengan Bandara Adisutjipto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online