SPMB SMA-SMK Bantul 2026 Dibuka, Simak Tahap Input Data dan Kuotanya
SPMB SMA-SMK Bantul 2026 mulai tahap input data. Kuota SMA dan SMK negeri mencapai 9.216 siswa untuk tahun ajaran 2026/2027.
Penampakan ular Sanca sepanjang tiga meter yang dievakuasi Damkarmat BPBD Bantul di wilayah Kalangan Baru, Baturetno, Banguntapan, Bantul, Rabu (10/6/2026) pagi. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL— Warga Kalangan Baru, Baturetno, Banguntapan, Bantul dibuat waspada setelah seekor ular sanca sepanjang sekitar tiga meter ditemukan bersembunyi di bawah tumpukan kayu di lingkungan permukiman, Rabu (10/6/2026) pagi. Kemunculan reptil tersebut segera dilaporkan ke BPBD Bantul karena dikhawatirkan membahayakan penghuni rumah dan warga sekitar.
Laporan diterima Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Bantul melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops). Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul, Kristanto Kurniawan, menjelaskan laporan berasal dari warga bernama Sigit Sugiyarto. Setelah menerima informasi tersebut, tim bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
“Tim bergerak pukul 08.43 WIB dan tiba di lokasi sekitar tiga menit kemudian. Setelah dilakukan penyisiran, ular sanca berhasil ditemukan dan diamankan dalam kondisi terkendali,” kata Kristanto saat dikonfirmasi.
Berdasarkan keterangan petugas, ular itu pertama kali diketahui saat pelapor hendak menuju bagian belakang rumah. Saat melintas, ia mendengar suara gesekan dari bawah tumpukan kayu. Setelah diperiksa lebih lanjut, suara tersebut ternyata berasal dari seekor ular sanca yang bersembunyi di area tersebut.
Karena khawatir satwa tersebut dapat membahayakan penghuni rumah, pelapor kemudian meminta bantuan BPBD Bantul untuk melakukan penanganan. Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan penyisiran dengan menggunakan peralatan khusus, termasuk penjepit ular dan alat pelindung diri (APD).
Kristanto mengatakan proses evakuasi berlangsung lancar tanpa hambatan berarti. Ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan di sekitar lokasi.
“Petugas tidak hanya melakukan evakuasi, tetapi juga memberikan edukasi kepada warga mengenai langkah yang perlu dilakukan apabila menemukan satwa liar, khususnya ular, di lingkungan permukiman,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangkap ular secara mandiri karena berisiko membahayakan keselamatan. Warga disarankan segera melapor kepada petugas berwenang apabila menemukan satwa liar di lingkungan tempat tinggal.
Dalam operasi tersebut, BPBD Bantul menerjunkan enam personel penyelamatan dengan dukungan kendaraan roda dua, penjepit ular, senter, dan berbagai perlengkapan keselamatan lainnya. Setelah berhasil diamankan, ular sanca tersebut dievakuasi dari kawasan permukiman guna mencegah potensi gangguan terhadap masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB SMA-SMK Bantul 2026 mulai tahap input data. Kuota SMA dan SMK negeri mencapai 9.216 siswa untuk tahun ajaran 2026/2027.
Pemkab Sleman menggandeng BSI untuk memperluas pembayaran pajak digital guna mengejar target penerimaan pajak daerah Rp1,3 triliun.
BI Rate naik menjadi 5,5%. APPI menilai dampak terbesar akan dirasakan nasabah baru yang mengajukan kredit karena bunga berpotensi meningkat.
BKPSDM Kota Jogja mengingatkan ASN yang live media sosial untuk kepentingan pribadi saat jam kerja berpotensi melanggar disiplin dan terkena sanksi.
Sebanyak 200 guru DIY mengikuti pelatihan AI dari Microsoft Elevate untuk mendukung pembelajaran, penilaian siswa, dan efisiensi administrasi.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp75.700 per kg, sementara telur ayam ras Rp30.200 per kg menurut data terbaru PIHPS Bank Indonesia.