14 Tahun UUK DIY, Memetri Kaistimewan Dekatkan Nilai Keistimewaan

Anisatul Umah
Anisatul Umah Sabtu, 12 September 2026 15:37 WIB
14 Tahun UUK DIY, Memetri Kaistimewan Dekatkan Nilai Keistimewaan

(Kiri ke kanan) Kepala Bidang Perencanaan Pengendalian Urusan Keistimewaan, Andreas Bayu Nugroho dan Paniradya Pati Kaistimewan DIY Kurniawan dalam Media Gathering Memetri Kaistimewan DIY di Omah Dhuwur Dining & Coffee, Jumat sore, (11/9/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.

Harianjogja.com, JOGJA—Memasuki 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY (UUK DIY), Pemerintah Daerah DIY mengemas peringatan melalui Memetri Kaistimewan. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mendekatkan nilai-nilai keistimewaan kepada masyarakat melalui kegiatan budaya, edukasi, dan kolaborasi.

Paniradya Pati Kaistimewan Kurniawan mengatakan peringatan 14 tahun UUK DIY tidak semestinya hanya dimaknai dari sisi kebijakan dan kelembagaan. Lebih dari itu, keistimewaan berkaitan dengan nilai, budaya, pengetahuan, serta kehidupan masyarakat yang terus dirawat dan dikembangkan.

Menurut dia, Memetri Kaistimewan menjadi ruang untuk melihat kembali bagaimana keistimewaan hadir dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat yang sama, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga keistimewaan merupakan proses yang terus berlangsung.

"Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini kami menggunakan tajuk Memetri Kaistimewan. Kata memetri kami maknai sebagai upaya merawat, menjaga, dan menghidupkan sesuatu yang kita anggap bernilai," ujarnya dalam Media Gathering Memetri Kaistimewan DIY di Omah Dhuwur Dining & Coffee, Jumat sore, (11/9/2026).

Kurniawan menjelaskan Memetri Kaistimewan juga mengandung ajakan untuk bersama-sama merawat nilai, pengetahuan, budaya, serta kehidupan yang menjadi bagian dari keistimewaan Yogyakarta.

Keistimewaan Harus Terasa dalam Kehidupan Masyarakat

Memetri Kaistimewan tahun ini mengangkat tema "Mulyaning Manah, Mukti ing Bumi, Wibawaning Jagad". Tema tersebut menjadi pengingat bahwa keistimewaan pada akhirnya perlu bermuara pada kehidupan masyarakat yang semakin baik.

Nilai keistimewaan, kata Kurniawan, tidak cukup hanya dipahami sebagai warisan sejarah. Nilai tersebut perlu diwujudkan melalui perilaku, karya, pembangunan yang memberikan manfaat, serta kontribusi bersama bagi Yogyakarta.

"Memetri tentu tidak sederhana sebetulnya, cukup berat, karena merawat itu sebetulnya lebih berat, daripada menciptakan sesuatu yang baru," tuturnya.

Karena itu, rangkaian peringatan 14 tahun UUK DIY dikemas melalui berbagai kegiatan yang melibatkan perangkat daerah hingga komunitas. Salah satunya adalah pameran pertanahan yang menjadi bagian dari peringatan tersebut.

"Rangkaian acaranya merupakan jahitan kolaborasi dari berbagai kegiatan di perangkat daerah yang kita rangkai sebagai bagian dari peringatan," jelasnya.

Libatkan Pemerintah, Pendidikan hingga Komunitas

Kepala Bidang Perencanaan Pengendalian Urusan Keistimewaan Andreas Bayu Nugroho berharap Memetri Kaistimewan tidak hanya menjadi agenda Pemerintah DIY. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membuat nilai-nilai keistimewaan lebih dekat dan mudah dirasakan masyarakat.

"Sehingga sejak rangkaian peringatan dari mulai dari pembukaan, kemudian juga puncak peringatan, dan penutupan kami mengusung tema kolaborasi," ujarnya.

Menurut Andreas, kolaborasi membuka ruang bagi berbagai pihak untuk mengambil peran dalam rangkaian peringatan. Unsur pemerintah, pendidikan, komunitas, dan pihak lainnya dapat terlibat dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan.

"Dan juga masyarakat yang kebetulan ada di sekitar lokasi tersebut atau masyarakat yang memang berkeinginan untuk mengikuti acara itu bisa terlibat dalam berbagai event yang diselenggarakan."

Dengan pendekatan tersebut, peringatan 14 tahun UUK DIY tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Memetri Kaistimewan ditempatkan sebagai bagian dari upaya merawat sekaligus memaknai kembali keistimewaan melalui kegiatan yang bersentuhan dengan masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online