Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Ilustrasi penjara (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Wacana pendirian lembaga pemasyarakatan khusus anak di Gunungkidul mendekati kenyataan. Di tahun depan sebagian wilayah Rumah Tahanan Kelas II B Wonosari akan dibangun Lapas Anak.
Kepala Rutan Kelas II B Wonosari, Ramdhani Boy, menjelaskan luas rutan yang mencapai lima hektare akan dipecah dan sebagian akan dijadikan area tahanan khusus anak-anak. Adapun, lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan sekitar satu setengah hektare.
“Luas rutan saat ini masih sangat memadai,” katannya kepada Harian Jogja, Kamis (10/7/2014).
Menurut Ramdhani, rencana pembangunan sudah mendapatkan restu dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Berhubung telah mendapatkan izin, maka di 2015, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DIY akan membangun lapas anak di Gunungkidul.
Lapas anak ini nantinya tidak hanya menampung tahanan anak di wilayah Gunungkidul karena rencananya akan digunakan untuk menampung tahanan anak di seluruh DIY.
Adapun, kriteria agar anak bisa ditahan di lapas ini adalah harus berusia di bawah 18 tahun. “Selama ini, tahanan anak bergabung dengan tahanan umum lainnya di Rutan Wonosari,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.