Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Penilai dari Unesco Kristin Rangnes saat mendapatkan pemaparan dari pengelola wisata Gua Pindul, Senin (7/7/2014). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Penilai kawasan karst Gunungsewu dari United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO), Kristin Rangers, memberikan sejumlah catatan untuk pengelola Gua Pindul.
Jaga kebersihan
Pengelola mesti menjaga kebersihan di dalam dan luar gua. Sejauh ini pengelolaan sudah baik sehingga yang baik perlu dipertahankan.
Utamakan keselamatan pengunjung
Setiap pengunjung disediakan helm untuk menghindarkan wisatawan dari benturan dengan dinding-dinding gua. Sekarang ini masih banyak wisatawan yang masuk gua tidak memakai helm.
Jaga konsep penginapan
Konsep penginapan yang berbaur dengan masyarakat perlu dijaga karena yang ditawarkan tidak diketemukan saat pengunjung memilih menginap di hotel.
Terpisah, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bejiharjo Subagyo mengapresiasi atas saran yang diberikan perwakilan Unesco tersebut.
Menurutnya, saran yang diberikan merupakan upaya menjaga keselamatan dan kenyamanan pengunjung.
"Berkaitan dengan keselamatan, kami sebenarnya sudah memiliki 300 helm. Tapi kami tidak bisa sendiri, karena masih ada delapan pengelola lainnya.
Jadi, kami akan melakukan koordinasi terlebih dahulu," ungkapnya.
Bagyo menjelaskan, untuk masalah kebersihan, seluruh warga telah sepakan dalam sebulan mengadakan kerja bakti sebanyak dua kali. Tujuannya,
untuk membersihkan kawasan Gua Pindul. Tak hanya itu, dalam setiap pertemuan-pertemuan selalu ditekankan agar warga terus berusaha menjaga kebersihan lingkungan.
"Kalau pengunjung sedang ramai-ramainya, maka intensitas kerja bakti kebersihan lingkungan akan ditingkatkan," katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.