DPT Pilur Gunungkidul Capai 120.887 Pemilih, Ini Rinciannya
DPT Pilur Gunungkidul ditetapkan 120.887 pemilih. Coblosan serentak di 31 kalurahan digelar 26 September 2026.
Masa orientasi memberikan pengalaman tersendiri bagi sejumlah murid baru. Mulai dari perasaan takut, grogi sampai kurang percaya diri. Karena itu, sekolah memberikan kesempatan kepada murid baru untuk beradaptasi selama tiga hari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Berikut kisah yang dihimpun wartawan Harian Jogja, David Kurniawan.
Masa orientasi murid baru memberikan pengalaman yang tidak akan dilupakan. Utamanya, bagi para murid-murid baru yang menjejakan di lingkungan baru pula. Misalnya, dari tingkat sekolah dasar ke sekolah menengah pertama, atau sekolah menengah pertama ke sekolah menengah atas.
Ada yang berbeda dengan pelaksanaan orientasi murid baru tahun ini. Bertepatan dengan puasa, maka sekolah diimbau tidak mengadakan kegiatan di lapangan. Kemudian, materi yang diberikan lebih pada sosialisasi terkait dengan pengenalan sekolah lebih dalam.
Meski demikian, langkah ini nyatanya tak mengubah pandangan murid baru terhadap masa orientasi selama tiga hari ini. Mereka merasa agak takut dan canggung. Malahan, tak jarang pula masih ada beberapa murid yang merasa minder dan kurang percaya diri masuk untuk masuk di lingkungan baru itu.
Salah satunya dirasakan Fitri Astuti, murid baru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Wonosari. Saat bel sekolah berbunyi, Senin (14/7), sebagai tanda jam belajar dimulai, tak berbeda jauh dengan murid baru lainnya. Ada perasaan berbeda dialaminya.
Mulai kemarin, ia tak lagi menjadi seorang siswi SMP karena sudah menapakan kaki lebih tinggi di bangku sekolah. Resmi menjadi salah satu murid SMKN.
Fitri mengaku awalnya merasa agak takut dan grogi, apalagi di sekolah yang didominasi kelompok putri ini memberikan pengalaman berbeda. Mengingat, semasa SMP jumlah antara murid laki-laki dan perempuan berimbang. “Awalnya takut sih tapi lama kelamaan jadi terbiasa,” katanya.
Hari pertama masa orientasi selain memberikan materi pengenalan sekolah dan kesehatan, juga diisi dengan materi bermain. Permainan yang dilakukan di ruang kelas ini bertujuan agar para murid tidak bosan.
Selain itu, harapannya lewat permainan ini murid baru dapat lebih akrab lagi. Biar tambah meriah lagi, maka setiap kelas diberikan kesempata untuk membuat yel-yel penyemangat.
Namun, sebagai hukuman bagi murid yang tidak bisa menyelesaikan permainan, disuruh merayu panitia orientasi, yang terdiri dari kakak kelas mereka. Meski agak malu-malu namun seluruh murid sangat antusias mengkuti permainan ini.
“Saya bilang saja, bapak kamu tukang pahat ya? Kok kamu sudah bisa memahat hatiku,” kata Fitri.
Kepala SMK Negeri 1 Wonosari Mudji Mulyanta mengungkapkan orientasi murid meniadakan kegiatan yang menggunakan fisik. Apabila di tahun-tahun sebelumnya murid baru diberikan pelatihan baris berbaris, maka untuk saat ini kegiatan tersebut tidak diberikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPT Pilur Gunungkidul ditetapkan 120.887 pemilih. Coblosan serentak di 31 kalurahan digelar 26 September 2026.
Ban pesawat Garuda GA604 pecah setelah lepas landas dari Soekarno-Hatta. Pesawat mendarat selamat di Makassar dan menjalani pemeriksaan.
Prabowo menawarkan 138 blok migas eksplorasi Indonesia kepada investor Rusia, sekaligus membuka peluang kerja sama teknologi dan hilirisasi.
Pemkab Gunungkidul mengajukan 370 formasi pegawai 2026, terdiri dari 335 CPNS dan 35 PPPK, tetapi masih menunggu persetujuan pusat.
Pimpinan ponpes di Lombok Tengah divonis 14 tahun penjara dalam kasus kekerasan seksual dan diwajibkan membayar restitusi Rp111,44 juta.
Pabrik BYD di Subang berkapasitas 150.000 unit per tahun dan berpotensi menyerap lebih dari 20.000 tenaga kerja lokal.