Gunungkidul Belum Tetapkan Siaga Kekeringan, Ini Alasannya
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Gunungkidul, Purnama Jaya memperkirakan jumlah pemudik tahun ini mencapai 100.000 orang.
Tak hanya menggunakan armada bus, pemudik diperikarakan akan menggunakan kendaaraan pribadi saat mudik ke kampung halamannya di Gunungkidul.
“Lonjakan pemudik akan terlihat lima hari sebelum lebaran,” ungkapnya, Rabu (16/7/2014).
Dia memperkirakan, tahun ini terdapat lonjakan jumlah pemudik dibandingkan dengan arus mudik di tahun sebelumnya. adapun prosentasennya mencapai 5 hingga 15%.
Untuk itu, pihaknya telah melakukan antisipasi degan mendirikan posko di beberapa titik untuk pemantauan arus mudik lebaran.
“Salah satunya kami akan mendirikan pos pemantauan di Kali Pentung, Patuk,” sebut Purnama.
Seorang pemilik agen bus di Terminal Wonosari, Anung mengungkapkan melihat antusiasme arus balik penumpang, dia optimistis lonjakan penumpang akan lebih tinggi dibandingkan dengan lebaran tahun lalu. Dia pun berharap, agar pemangku kebijakan untuk melakukan antisipasi terhadap lonjakan tersebut.
“Biasanya saat lebaran, perjalanannya membutuhkan waktu lebih lama lagi. Harapannya, itu bisa disiasati agar waktu tidak terbuang percuma di jalan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Samsung kembangkan ponsel layar gulung dengan kamera bergerak adaptif yang mengikuti perubahan ukuran layar.
Ketua LPS Anggito Abimanyu soroti paradoks literasi keuangan di era digital dalam JFF 2026 Jogja.
Satpol PP Gunungkidul dan Bea Cukai sita 152 ribu batang rokok ilegal dalam razia beruntun di sejumlah kapanewon.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.