Gunungkidul Masuki Pancaroba, Angin Kencang Mulai Mengancam
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Polres Gunungkidul terus menyelidiki dan mengembangkan kasus pencurian sepeda motor yangdilakukan komplotan anak di bawah umur. Aparat sudah mengamankan tiga pelaku, dan masih memburu satu pelaku lain yang hingga kini masih buron. (Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2014/11/06/duh-3-abg-ini-berkomplot-mencuri-motor-550347">Duh, 3 ABG Ini Berkomplot Mencuri Motor)
Kepala Polres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnaen mengatakan, polisi masih terus memburu pelaku lain. Dari hasil penyelidikan
awal, kejahatan melibatkan banyak pelaku.
“Saat ini ketiga pelaku AJ, 16, AR, 15, TR, 15, sudah diamankan. Satu masih buron. Kemarin sudah coba dicari, namun hingga sore ini
[kemarin] saya belum mendapatkan laporan lagi,” kata Faried kepada Harianjogja.com, Jumat (7/11/2014).
Dia menegaskan tidak akan padang bulu dalam menyelesaikan kasus tersebut. Pernyataan itu diungkapkan Faried saat dikonfirmasi
adanya dugaan pelaku buron adalah anak salah satu polisi.
“Kalau ada anak polisi yang jadi pencuri, akan kami perlakukan sama,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Banjir di Aceh Selatan merendam dua desa di Trumon Tengah. Sebanyak 112 warga dari 30 keluarga terpaksa mengungsi.
DPRD Kulon Progo mendorong pemerataan perbaikan jalan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian, usaha UMKM, dan ekonomi warga.
Suara Ibu Indonesia Yogyakarta menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah dalam aksi kreatif di Titik Nol Kilometer Jogja.
PSS Sleman membenahi detail bertahan dan menyerang demi membalas kekalahan dari Garudayaksa FC pada pekan ke-8 Super League 2026/2027.
UGM melatih petani di Wonosari, Gunungkidul, mengenali dan mengendalikan hama serta penyakit tanaman pangan dan hortikultura.