Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Gunungkidul menggalakkan budidaya tanaman bambu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus menggalakkan budidaya tanaman bambu. Kebijakan itu diambil guna memenuhi kebutuhan bahan baku industri kerajinan yang selama ini masih banyak dipasok dari luar daerah.
Setiap tahunnya pemkab menargetkan minimal sepuluh lahan kritis yang ada ditanami bambu.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan, hingga sekarang tanaman bambu yang ada sekitar 130 hekatare. Jumlah ini masih jauh dari potensi yang dimiliki, karena dari data yang ada potensi yang dimiliki mencapai 5.500 hektare.
“Area luasnya masih sangat kecil, tapi untuk pengembangan akan dilakukan secara bertahap. Beruntungnya saat ini sudah banyak masyarakat yang sadar untuk melakukan penanaman secara swadaya,” kata Bambang kepada Harian Jogja, Kamis (21/1/2016).
Menurut dia, banyak manfaat yang didapatkan dengan adanya pengembangan tanaman bambu. Selain untuk mengatasi lahan kritis sehingga bisa mengurangi potensi longsor ataupun banjir, budidaya ini juga untuk memenuhi bahan baku industri kerajinan tangan berbahan dasar anyaman.
Budidaya ini, kata Bambang, disebar secara merata di seluruh kecamatan. Pengembangan yang dilakukan sejak 2011 lalu itu, sudah mulai membuahkan hasil. Hal itu terlihat dari pengembangan di Kecamatan Purwosari, di mana sebuah gunung ditanami bambu sudah mulai dipanen. Hanya saja, sambungnya, masih ada kendala belum adanya kecocokan harga antara pemilik tanaman dengan pengusaha.
“Sebenarnya ini bukan masalah, karena warga di sana akan membentuk kelompok pengrajin. Kalau itu bisa dilakukan, maka dari budidaya itu bisa memberikan nilai ekonomis yang lebih,” ujarnya.
Bambang mengakui selama ini, pasokan bahan baku bambu dipenuhi dari luar daerah seperti Madiun, Boyolali, Klaten dan Magelang. Kondisi ini berdampak terhadap pasokan kerajinan di Gunungkidul, dari permintaan kerajinan bambu ke luar negeri mencapai 2.000 kontainer, perajin baru bisa memasok sebanyak 730 kontainer saja.
“Prospeknya sangat bagus, apalagi kalau bisa dipenuhi dari wilayah sendiri pasti untungnya akan lebih tinggi lagi. Bagaimana tidak, untuk mencukupi kebutuhan bambu wulung satu truk, pengusaha harus merogoh kocek hingga Rp20 juta,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Patuk Haryo Ambar Suwardi mengungkapkan pihaknya terus mengupayakan warga untuk menananm bambu. Sebagai contohnya, pada Kamis kemarin, pihak kecamatan menggandeng pihak ketiga untuk melakukan penanaman bambu di lokasi wisata Gunung Ireng, Desa Pengkok, Patuk.
“Masyarakat akan kita dorong untuk melakukan budidaya sendiri, apalagi di sini tanaman itu populasinya sudah jauh berkurang,” kata Ambar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Zinedine Zidane membela Cristiano Ronaldo yang disorot usai meninggalkan timnas Portugal dan mengenang kesuksesan mereka di Real Madrid.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini 5 Oktober 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 34 derajat Celsius di Kota Jogja.
PT Pos Sungguminasa mengakui salah kirim surat MA untuk Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang hingga tak diterima sebelum putusan.
Jadwal Samsat Bantul Oktober 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, SABITA hingga Samsat On Sunday.
PAD Gunungkidul dalam APBD Perubahan 2026 naik Rp25,57 miliar menjadi Rp385,966 miliar di tengah pengurangan transfer pusat.