Inflasi Agustus Gunungkidul Tertinggi se-DIY, Ini Pemicunya
Inflasi Gunungkidul pada Agustus 2026 mencapai 0,28%, tertinggi di DIY. Harga daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar.
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Pemkab Gunungkidul berupaya meraih WTP.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga terus melakukan pendataan aset milik sekolah khususnya SD di seluruh Gunungkidul. Dari penelusuran itu, dinas menemukan ada sekolah yang belum memasukan belasan ribu buku ke dalam aset milik sekolah.
Hingga saat ini, upaya penelusuran sudah menyasar di tujuh kecamatan. Beberapa kecamatan itu antara lain Tepus, Gedangsari, Rongkop, Wonosari, Playen, Karangmojo dan Girisubo.
Diharapkan jika pendataan ini selesai maka target pemerintah kabupaten untuk meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan. Pasalnya hingga sekarang masalah menjadi salah satu penyebab Gunungkidul belum mendapatkan opini tersebut.
“Kami melakukan penelusuran tidak sendiri, karena petugas dari BPK juga ikut di dalamnya,” kata Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid kepada awak media saat ditemui di aula Pemkab, Jumat (22/4/2016).
Dia mengakui pendataan aset di tingkat SD menjadi masalah tersendiri. Kondisi itu terjadi karena minimnya sumber daya manusia sehingga dalam prosesnya masih butuh banyak perbaikan. Bahron mencontohkan, di salah satu SD memiliki 12.000 buku yang belum tercatat dalam aset milik sekolah.
“Hal-hal seperti ini yang perlu dibenahi. Untuk penyelesaiannya [12.000 buku yang belum tercatat] kami sempat meminta bantuan kepada guru TK di lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah itu menambahkan, guna menyukseskan pendataan aset dinas telah melakukan sosialisai. Diakuinya pendataan di sekolah lanjutan pertama dan tingkat menengah tidak ada masalah karena memiliki staf khusus. Namun untuk SD ada sedikit kendala karena pendataan dilakukan oleh guru-guru yang miliki.
“Imbasnya para guru itu ada yang pulang sampai larut malam,” kata dia.
Sementara itu, Anggota DPRD Gunungkidul Arif Wibawa menyerukan agar tertib administrasi itu bisa diwujudkan, salah satunya dengan kejelasan status aset yang dimiliki pemerintah. Diakuinya dalam pemeriksaan memang tidak ada kerugian negara, namun dari sisi pendataan aset di Pemkab Gunungkidul masih amburadul.
“Ini salah satu penyebab kita tidak bisa meraih WTP. Jadi ini harus segera dipenuhi, meski itu hanya urusan adiminitrasi,” ujarnya.
Dia meyakini, jika masalah aset bisa diselesaikan maka target memeroleh WTP bisa diwujudkan. “Tapi untuk mewujudkan itu harus ada keseriusan dari pemkab, guna menelusuri aset yang dimiliki. Permasalahan ini bukan hanya posisi aset di saat ini, tapi juga menyangkut yang dulu-dulu,” ungkap Politikus PKS itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi Gunungkidul pada Agustus 2026 mencapai 0,28%, tertinggi di DIY. Harga daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar.
Kemensos menahan sementara bansos untuk lebih dari 1.400 KPM terindikasi judol. Verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Kemenhut menetapkan MTN dan AK sebagai tersangka pembakaran hutan di Tanjung Jabung Barat, Jambi. Keduanya terancam pidana hingga 15 tahun.
Kemenkes menyebut sekitar 3,3 juta lansia berisiko terdampak abu erupsi Anak Krakatau. Lansia diminta mendapat perlindungan khusus.
Layanan Ketapang-Gilimanuk kembali normal setelah sempat tertunda. ASDP mengoptimalkan kapal dan menambah armada untuk mengurai antrean.
Kimi Antonelli memenangi GP Italia 2026 di Monza setelah start dari posisi ke-19. Ini menjadi kemenangan ketujuhnya musim ini.