TPAS Wukirsari Terima 60 Ton Sampah per Hari, Organik Dominan
DLH Gunungkidul mencatat 70 persen sampah di TPAS Wukirsari masih berupa sampah organik. Warga didorong memilah sampah dari rumah.
HarianJogja/Gigih M. Hanafi Pekerja melakukan adonan aspal sebagai bahan menambal pada celah sambungan jembatan di Jalan Solo, Jumat (26/5). Tiga pekan menjelang Idul Fitri, sejumlah ruas jalan utama mulai mengalami perbaikan untuk menunjang kelancaran selama arus mudik.
Pembangunan Gunungkidul salah satunya dilakukan dengan memberikan bantuan Rp3,6 miliar untuk 3 kecamatan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Tiga kecamatan di Gunungkidul mendapatkan anggaran masing-masing Rp1,2 miliar untuk program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PIESW).
Tiga kecamatan yang bantuan ini antara lain Kecamatan Gedangsari, Patuk dan Semin. Meski sudah masuk dalam perencanaan, namun untuk pencairan masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Camat Gedangsari Muhammad Setyawan Indriyanto mengatakan, informasi terkait dengan program PIESW sudah disosialisasikan ke masing-masing kecamatan penerima bantuan. Alokasi anggaran yang disediakan untuk masing-masing kecamatan sebesar Rp1,2 miliar.
Setyawan menjelaskan, alokasi anggaran ini rencananya digunakan untuk pengembangan infrastruktur jalan. Dia pun sudah merencanakan, sebagian dana itu dipakai untuk perbaikan dan penguatan daya dukung di kawasan ekowisata green village, di Desa Mertelu.
Kendati demikian, program itu masih wacana karena untuk pelaksanaan harus mendapatkan persetujuan dari tim pendampingan.
Hanya saja, kata Setywan, usulan ini masuk realistis dan sesuai dengan tujuan dari program itu sendiri. Dia melihat akses jalan menuju ekowisata itu masih belum baik sehingga butuh perbaikan. Oleh karenanya, dia mengusulkan akan digunakan sarana perbaikan menuju ke obyek tersebut.
“Kita hanya mengusulkan, dana itu akan dipakai untuk apa saja,” kata Setyawan kepada Harianjogja.com, Minggu (22/5/2016).
Dia menjelaskan, selain Gedangsari, di Gunungkidul ada dua kecamatan yang mendapatkan bantuan program PIESW, yakni Patuk dan Semin. “Jatah untuk masing-masing kecamatan sama, yakni Rp1,2 miliar. Untuk perkembangan lebih jauh belum tahu karena ditangani oleh Bidang Cipta Karya DPU,” kata mantan Sekretaris Camat Semin itu.
Hal senada diungkapkan oleh Camat Patuk Haryo Ambar Suwardi. Menurut dia, meksi sudah ada informasi terkait dengan pencairan dana itu, namun teknis penggunaan maupun pencairan masih menunggu instruksi dari kementerian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Gunungkidul mencatat 70 persen sampah di TPAS Wukirsari masih berupa sampah organik. Warga didorong memilah sampah dari rumah.
Sekolah Rakyat MA 20 Sleman memastikan PWA masih berstatus siswa dan membantah kabar kabur maupun putus sekolah usai kasus celurit.
Krisis migran di perbatasan Spanyol-Maroko menewaskan 67 orang. Gelombang penyeberangan massal diduga dipicu faktor politik dan diplomatik.
Petani di Kapanewon Semin mulai panen tembakau Grompol. Harga daun basah Rp4.500 per kilogram dan tetap dinilai menguntungkan.
Satu bayi kasus penitipan di Pakem masih dirawat BRSPA Dinsos DIY setelah orang tua biologis meminta perpanjangan masa penitipan.
Program Sapa Bantul kembali disalurkan kepada 1.000 KPM melalui warung pangan warga dengan paket sembako bergizi senilai Rp200.000.