Jalan Watusigar-Nglipar Rusak Sejak 1997, Warga Minta Diperbaiki
Jalan Watusigar-Nglipar rusak sejak 1997. Warga berharap akses diperbaiki, sementara tahun ini baru direncanakan pengerjaan sekitar 100 meter.
Air laut mencapai jalanan di Pantai Indrayanti, Selasa (24/5/2016) pagi. (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Gelombang tinggi pantai Selatan paling parah terjadi di Pantai Baron.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Gelombang setinggi lima meter menerjang kawasan Pantai Selatan Gunungkidul. Akibatnya puluhan kapal mengalami kerusakan dan puluhan lapak dan gazebo milik pedagang hanyut terbawa arus. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.
Informasi yang dihimpun Harianjogja.com, Selasa (24/5/2016), gelombang tinggi yang terjadi di kawasan Pantai Selatan terjadi sejak tiga hari yang lalu. Namun puncaknya terjadi pada Senin (23/5/2016) malam dan pagi hari kemarin. Para nelayan pun harus bekerja ekstra keras mengamankan agar perahu yang dimiliki tidak terseret arus ke tengah.
Dampak dari gelombang pasang ini paling parah terparah terjadi di Pantai Baron, Desa Kemadang, Tanjungsari. Total di pantai ini ada 95 kapal milik nelayan. Akibat terjangan gelombang tinggi membuat sembilan kapal mengalami kerusakan berat, 30 kapal rusak ringan dan puluhan kapal lainnya dievakuasi menjauh dari bibir pantai menuju ke wilayah daratan.
Salah seorang nelayan di Pantai Baron, Wasiyo mengaku sudah melakukan proses evakuasi kapal miliknya sejak kemarin malam. Hasilnya pun tidak sia-sia, karena kapalnya sudah berada di tempat yang relatif aman.
Kendati demikian, ia mengaku tidak isa berdiam diri. Sejak pagi kemarin, selain mengawasi posisi kapal yang dimiliki juga membantu nelayan lainnya untuk mengamankan kapal-kapal yang ada.
“Kita harus saling membantu karena semua adalah teman,” kata Wasiyo kepada Harianjogja.com, Selasa kemarin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan Watusigar-Nglipar rusak sejak 1997. Warga berharap akses diperbaiki, sementara tahun ini baru direncanakan pengerjaan sekitar 100 meter.
Pakar UMY Rahmawati Husein mendukung optimalisasi PFB untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi risiko bencana di Indonesia.
Operasional YIA kembali normal setelah erupsi Anak Krakatau sempat memicu penyesuaian hingga pembatalan penerbangan pada 6-7 September 2026.
99 Asmaul Husna lengkap dengan arti dan cara meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari sebagai refleksi untuk memperbaiki perilaku.
Ibu-ibu Jogja kembali menggelar aksi pukul panci dari Tugu ke UGM, menyoroti 43 ribu korban keracunan MBG dan kebijakan pemerintah.
JJLS Kelok 23 segera diuji coba. Waktu tempuh Kretek-Girijati dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi 7,5 menit.