ISPA Gunungkidul Tembus 2.296 Kasus Sepekan Saat Kemarau
Kasus ISPA di Gunungkidul mencapai 2.296 kasus dalam sepekan saat kemarau. Dinkes mengimbau warga menjaga kesehatan dan memakai masker.
Sejumlah warga melakukan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing rumah milik Samsudin yang tersapu angin kencang pada Minggu (16/10/2016) siang. (Foto istimewa)
Cuaca ekstrem menyebabkan Pemkab Gunungkidul menetapkan status siaga darurat bencana
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menetapkan status siaga darurat bencana sejak Jumat (21/10/2016) lalu. Peningkatan status ini akan berlangsung selama tiga bulan dan berakhir pada 20 Januari tahun depan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Harjo mengatakan penetapan status siaga darurat bencana tidak lepas dari intensitas hujan yang terus meninggi. Langkah ini ditetap juga tidak lepas dari koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika terkait dengan perkembangan cuaca terkini.
“Kita tidak sembarangan menetapkan status kedaruratan karena kebijakan itu berdasar pada kondisi di lapangan,” kata Budhi, Jumat (28/10/2016).
Dia menjelaskan, tindak lanjut dari penetapan ini BPBD akan mendirikan tujuh posko pantau. Rinciannya, satu posko berdiri di kantor BPBD, sedang posko lainnya akan didirikan di enam kecamatan meliputi Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin dan Ponjong. Pemilihan enam kecamatan untuk posko tidak lepas dari sisi potensi di mana wilayah tersebut merupakan daerah rawan longsor.
“Meski posko hanya didirikan di tujuh titik, namun penetapan siaga darurat bencana akan disebarkan ke seluruh kecamatan. Hal itu dilakukan untuk mengurangi risiko bencana yang mungkin muncul,” papar dia.
Berdasar pemetaan yang dilakukan BPBD, di Gunungkidul terdapat tiga potensi bencana meliputi angin kencang, rawan longsor dan banjir. Budhi menjelaskan, untuk angin kencang potensinya meyebar di seluruh wilayah. Sementara untuk banjir tersebar di beberapa titip seperti Kota Wonosari, terutama yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Besole, sedang di Kecamatan Ngawen lokasi rawan banjir berada di Desa Watusigar.
“Potensi itu muncul tidak lepas dari beradaan Kali Oya yang mengalir melalui desa tersebut,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus ISPA di Gunungkidul mencapai 2.296 kasus dalam sepekan saat kemarau. Dinkes mengimbau warga menjaga kesehatan dan memakai masker.
Ijazah Paket C setara SMA dan bisa digunakan untuk kuliah. Ketahui jalur seleksi, syarat kampus, dan aturan SNBT yang perlu diperhatikan.
Survei Kaspersky menunjukkan 77% pengguna ponsel rutin update, tetapi hanya 20% memeriksa izin aplikasi. Simak kebiasaan digital yang perlu diperbaiki.
Perbaikan Jalan Tegalsari-Klepu di Kokap, Kulonprogo, mencapai 90%. DPRD DIY menyoroti kebutuhan talut dan drainase demi keselamatan pengguna jalan.
David Almansa menjadi yang tercepat di FP1 Moto3 Mandalika dengan waktu 1 menit 37,515 detik meski menghadapi cuaca panas.
Marco Bezzecchi memimpin FP1 MotoGP Mandalika dengan waktu 1 menit 30,132 detik. Marc Marquez bangkit ke posisi kedua.