Musim Hujan Mundur, BPBD Gunungkidul Siapkan 5.100 Tangki Air
Musim hujan di Gunungkidul diprediksi tiba awal Desember. BPBD memastikan anggaran droping air bersih mencukupi hingga akhir 2026.
E-KTP Gunungkidul mengalami kehabisan blangko
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Gunungkidul sejak awal Oktober lalu sudah tidak lagi melakukan pencetakan KTP elektronik. Hal itu terjadi karena stok blangko yang dimiliki hampir habis.
Total hingga akhir Oktober ini pemohon yang belum bisa mencetak KTP elektronik mencapai 16.195 permohonan. Sebagai gantinya warga yang telah melakukan perekaman akan diberikan surat keterangan perekaman yang dikeluarkan oleh disdukcapil.
“Dari 16.195 pengajuan, kami sudah berikan surat keterangan untuk sekitar 10.000an warga, sedangkan sisanya masih dalam proses permohonan perekaman ke pusat,” kata Kepala Disdukcapil Gunungkidul Eko Subiantoro kepada Harianjogja.com, Kamis (27/10/2016).
Dia menjelaskan, surat keterangan yang diberikan berfungsi selayaknya E-KTP, karena tetap bisa digunakan untuk kepentingan pemilu, perbankan, imigrasi hingga keperluan administrasi kependudukan lainnya. Masyarakat, kata Eko, tidak perlu khawatir karena dalam surat itu dilengkapi barcode sehingga saat dilakukan pengecekan akan terlihat jika pemohon sudah melakukan perekaman.
“Meski hanya surat sementara, namun fungsinya sama persis dengan E-KTP,” ungkap mantan Sekretaris DPRD Gunungkidul ini.
Penerbitan surat keterangan tidak lepas makin menipisnya blanko E-KTP yang dimiliki Disdukcapil. Sementara itu, di tingkat pusat juga telah kehabisan stok sehingga urung bisa mendistribusikan ke daerah.
“Terkait dengan stok blangko yang kosong memang ada edaran dari kementerian. Penerbitan surat ini juga bukan hal baru karena beberapa waktu lalu juga pernah dilakukan hal yang sama,” katanya.
Ditambahkannya, surat keterangan ini berlaku selama enam bulan sejak diterbitkan. Harapannya sebelum masa berlaku itu habis sudah ada kiriman blangko dari pusat sehingga pencetakan bisa segera dilakukan.
“Kami hanya bisa berharap karena kewenangan pengadaan blangko sepenuhnya ada di pusat, sedang di daerah hanya bisa menunggu distribusi saja,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Musim hujan di Gunungkidul diprediksi tiba awal Desember. BPBD memastikan anggaran droping air bersih mencukupi hingga akhir 2026.
DPRD Bantul mendorong UMK 2027 mendekati Kebutuhan Hidup Layak Rp4,5 juta dengan mempertimbangkan kondisi pekerja dan kemampuan perusahaan.
DPUPKP Kota Jogja memetakan titik rawan genangan di Jambon, XT Square, Giwangan hingga Jogokaryan untuk mengantisipasi hujan deras.
Bareskrim menetapkan lima tersangka kasus blackout Batam-Bintan yang dipicu korsleting di Trafo 1 GI Sei Harapan, dengan kerugian Rp57,3 miliar.
BGN mengevaluasi uji coba MBG prasmanan yang dinilai meningkatkan konsumsi dan antusiasme siswa. Target penerapan mencapai 5.000 titik pada akhir 2026.
PSS Sleman bertahan di Surabaya untuk memaksimalkan pemulihan dan latihan sebelum menghadapi Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kamis (22/10/2026).