Pemkab Gunungkidul Kaji Investasi Sekolah Berasrama Rp44,2 Miliar
Pemkab Gunungkidul menawarkan peluang investasi pabrik obat herbal senilai Rp89,8 miliar dan sekolah berasrama Rp44,2 miliar.
Cuaca ekstrem melanda wilayah Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Hujan deras yang disertai angin kencang yang terjadi pada Minggu (29/1/2017) sekitar pukul 02.30 WIB di kawasan pesisir mengakibatkan sejumlah kerusakan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun puluhan lapak pedagang di kawasan pantai rusak.
Kerusakan terparah terjadi di Pantai Kukup, Desa Kemadang, Tanjungsari. Di lokasi ini terdapat 17 lapak pedagang yang rusak. Selain itu, terdapat dua pohon talok yang tumbang karena embusan angin kenjang yang terjadi pada Minggu dini hari kemarin.
“Semua saling berkaitan karena lapak yang rusak berada di dekat pohon talok itu,” kata Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono.
Selain kerusakan di Pantai Kukup, angin kecang juga merusak dua warung dan juga genting di Tempat Pelelangan Ikan di Pantai Baron juga ikut rusak.
“Meski ada kerusakan, tapi angin kencang tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” katanya lagi.
Menurut dia, angin kencang kembali terjadi pada Minggu siang. Namun, sambung Marjono, embusan itu tidak sampai menimbulkan kerusakan. “Paling parah terjadi pada saat dini hari,” tuturnya.
Lebih jauh dikatakan Marjono, embusan angin yang terjadi di kawasan pantai merupakan hal yang biasa. Sama seperti dengan gelombang tinggi, fenomena alam ini terus terjadi hampir setiap tahunnya.
Bahkan, menurut dia kondisi itu sudah dapat diprediksi mengacu pada penanggalan jawa yang berasal turun menurun dari leluhur. “Sekarang masa ke delapan dalam pranoto mongso (system penanggalan jawa). Jadi mengacu dari penanda itu, di kawasan pesisir akan banyak angin kencang,” urainya.
Dia pun berharap seluruh elemen masyarakat yang berada di pantai, baik itu nelayan, pedaganh maupun pengunjung untuk lebih berhati-hati terhadap potensi embusan angin kencang.
“Kalau gelombang relatif landai, tapi untuk angin kencang masih sangat berpotensi dan dampaknya bisa dirasakan nelayan karena banyak yang berhenti melaut,” kata Marjono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menawarkan peluang investasi pabrik obat herbal senilai Rp89,8 miliar dan sekolah berasrama Rp44,2 miliar.
Warga Cawan menghentikan penambangan pasir dan batu dengan alat berat di bantaran Sungai Progo karena mengancam konservasi dan wisata Mbudho Island
Pengawal Energi 2026 pada 24 Oktober–1 November untuk mengawasi penyaluran BBM bersubsidi di 3.679 SPBU.
Sebanyak 32.214 bikers Honda dari berbagai daerah di Indonesia berpartisipasi dalam rangkaian Honda Bikers Day (HBD) 2026.
PT Mikatasa Agung menggelar kopdar Lem Rajawali bersama pengrajin sofa di Jogja untuk mempererat hubungan pelanggan dan menyerap masukan pengembangan produk.
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.