PEMKAB GUNUNGKIDUL : BPBD Kaji Perpanjangan Status Siaga Bencana, Ini Dasarnya

David Kurniawan
David Kurniawan Jum'at, 03 Februari 2017 09:55 WIB
PEMKAB GUNUNGKIDUL : BPBD Kaji Perpanjangan Status Siaga Bencana, Ini Dasarnya

Ilustrasi cuaca ekstrem. (JIBI/Solopos/Reuters)

Pemkab Gunungkidul diperkirakan cuaca ekstrem masih terjadi.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul masih melakukan kajian terhadap perpanjangan status siaga darurat bencana. Status ini sudah dibarlakukan selama tiga bulan mulai 21 Oktober 2016 sampai 20 Januari lalu.

“Kita masih kaji, karena siaga darurat bencana yang ditetapkan sudah berakhir sejak akhir Januari lalu,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Harjo kepada Harianjogja.com, Kamis (2/2/2017).

Dia menjelaskan, jika mengacu kondisi alam yang terjadi akhir-akhir ini, perpanjangan status darurat siaga bencana masih sangat mungkin dilakukan. Kendati demikian, perpanjangan status tersebut masih harus dikonsultasikan dengan BPBD DIY dan diperkuat dari keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

“Hari ini [kemarin] baru akan kami rapatkan dengan BPBD DIY. Mudah-mudahan dari pertemuan itu bisa ada kejelasan apakah perlu perpajangan atau tidak,” ungkapnya.

Meksi belum ada kejelasan status, Budhi mengaku tetap menyiagakan seluruh personel untuk berjaga-jaga membantu saat terjadi bencana. “Kita terus berjaga-jaga yang melibatkan personel dari Tagana maupun tim reaksi cepat,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan Budhi, berdasarkan karakteristik kewilayahanm potensi bencana di Gunungkidul ada tiga, meliputi banjir, tanah longsor dan angin kencang. Untuk banjir, potensinya berada di wilayah Watusigar, Kecamatan Ngawen dan sepanjang aliran Sungai Besole, di Kecamatan Wonosari. Sementara itu, untuk angin kencang merata di seluruh wilayah. Sedang untuk kerawanan tanah longsor terjadi di enam kecamatan meliputi Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, dan Ponjong.

“Sudah ada peta rawan bencana, termasuk di kawasan pesir yang rawan gelombang tinggi hingga tebing runtuh,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan BPBD Gunungkidul Sutaryono berharap agar masyarakat untuk terus waspada karena potensi bencana bisa terjadi kapan saja. “Kita tidak tahu kapan bencana itu datang karena yang bisa dilakukan hanya berwaspada sehingga potensi kerugian yang diderita bisa dikurangi,” katanya.

Menurut dia, untuk mengantisipasi bencana, BPBD terus melakuka sosialisasi kesiapsiagaan bencana. Selain itu BPBD juga memasang sejumalah alat pendeteksi dini longsor serta papan peringatan longsor di sejumlah lokasi rawan longsor baik itu yang berada di sisi utara Gunungkidul maupaun kawasan pesisir. “Untuk papan peringatan, kami baru saja memasang di 50 titik yang tersebar di zona rawan,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online