Jalan Watusigar-Nglipar Rusak Sejak 1997, Warga Minta Diperbaiki
Jalan Watusigar-Nglipar rusak sejak 1997. Warga berharap akses diperbaiki, sementara tahun ini baru direncanakan pengerjaan sekitar 100 meter.
Dua pertugas polisi sedang memasang garis pengaman di sekitar lokasi lubang misterius di Dusun Sawah Lor, Desa Banyusoco, Playen, Kamis (2/2/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Lubang misterius di Gunungkidul diteliti
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Masyarakat di Gunungkidul harus waspada terkait dengan Fenomena lubang misterius. Sebab fenomena ini merupakan hal yang biasa terjadi di daerah berkapur seperti yang ada di wilayah Gunungkidul.
Baca Juga : http://m.solopos.com/?p=794835">LUBANG MISTERIUS : Sangat Mungkin Terjadi di Wilayah Berkapur
Meski demikian,Dosen Teknik Geologi UGM Gayatri Indah Marliany saat dihubungi, Senin (20/2/2017) menyampaikan fenomena ini dapat dideteksi sejak dini. Salah satunya dengan melakukan pengamatan di lingkungan sekitar rumah. Beberapa tanda di salah satu lokasi rawan terjadinya tanah ambles bisa dilihat keberadaan gua-gua dan sungai bawah tanah. Selain itu, pengamatan juga dapat dilakukan pada saat terjadi hujan. Menurut dia, jika di satu lokasi melihat ada resapan air terjadi dengan cepat maka wilayah itu berpotensi terjadinya tanah ambles atau yang sering disebut lubang misterius.
Selain itu, upaya pengamatan juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan sejumlah teknologi seperti geo listrik atau geo radar. Dengan alat ini bisa diketahui bagaimana kondisi di dalam tanah apakah terdapat rongga atau tidak. “Pengetesan dengan alat ini sudah banyak dilakukan, terutama oleh konsultan-konsultan pembangunan,” tutur dia.
Ditambahkan Gayatri, untuk penanganan bisa dilakukan dengan beberapa cara dengan melihat besaran lubang yang ambles. Menurut dia, jika lubang itu relative kecil maka bisa dilakukan dengan pengurukan dengan batu kemudian dilindah sehingga kondisi tanah kembali stabil.
“Sedang kalau lubang itu besar dan tidak stabil perlu ada evakuasi. Sementara itu, untuk penanganan juga butuh kajian dari tim ahli dari teknik sipil atau geologi,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, dalam retang kurang dari satu bulan, di wilayah Gunungkidul terdapat dua lubang yang muncul secara misterius. Lokasi lubang misterius itu terjadi di Dusun Sawah Lor, Banyusoco pada Rabu (1/2/2017) lalu. Sedang peristiwa kedua terjadi di Dusun Pati, Desa Genjahan terjadi pada Rabu (15/2/2017) yang mengakibatkan amblesnya sumur milik Siti Maryam sedalam tiga meter.
“Untuk penanganan harus dilakukan kajian dulu. Khusus lubang di Banyusoco, sudah ada kajian dari UGM. Hasilnya di lokasi itu akan dibongkar dan dibuat bangunan permanen,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Harjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan Watusigar-Nglipar rusak sejak 1997. Warga berharap akses diperbaiki, sementara tahun ini baru direncanakan pengerjaan sekitar 100 meter.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 5 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun, tarif Rp8.000, dan cara pembayarannya.
OJK DIY menyebut judi online bisa mendorong masyarakat menggunakan pinjol. Outstanding P2P lending DIY capai Rp1,41 triliun.
DPRD Sleman mendorong perbaikan data desil dibuka berkala agar perubahan kondisi ekonomi masyarakat dapat tercermin dalam data.
Banjir bandang Nepal-China menewaskan 1.280 orang dan membuat lebih dari 5.620 orang hilang. Operasi pencarian memasuki pekan kedua.
Dampak bullying dapat terbawa hingga sekolah baru. SIKOMHATI.ID diterapkan di SMK YPKK Tepus untuk memperkuat empati dan komunikasi siswa.