INFRASTRUKTUR GUNUNGKIDUL : Perbaikan Jembatan Pangkah Butuh Biaya Rp700 Juta

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 01 Maret 2017 13:55 WIB
INFRASTRUKTUR GUNUNGKIDUL : Perbaikan Jembatan Pangkah Butuh Biaya Rp700 Juta

Salah seorang warga melintas di jembatan yang rusak di Dusun Pangkah, Candirejo. Rabu (1/2/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)

Infrastruktur Gunungkidul berupa Jembatan Pangkah butuh perbaikan

 

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Proses perbaikan Jembatan Pangkah, Desa Candirejo, Semin membutuhkan biaya sebesar Rp700 juta. Namun demikian, meski sudah ada estimasi biaya, upaya perbaikan baru dilaksanakan di 2018 mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Eddy Praptono mengungkapkan kajian kerusakan terhadap Jembatan Pangkah yang rusak akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu telah dilakukan. Hasilnya dari kajian tersebut diketahui estimasi besaran biaya perbaikan sebesar Rp700 juta.

Menurut dia, jumlah ini muncul berdasarkan kerusakan yang terjadi di jembatan tersebut. Terlebih lagi kondisi badan jembatan yang patah membuat proses perbaikan harus dilakukan dengan jalan membuat yang baru.

“Sudah tidak bisa diperbaiki dan harus dibangun baru,” kata Eddy kepada Harianjogja.com, Selasa (28/2/2017).

Dia mengungkapkan, biaya perbaikan jembatan masih bisa membesar lagi. Hal itu terjadi karena talut di sekitar jembatan juga ikut ambrol sehingga jika ditotal akan butuh biaya lebih banyak lagi. “Rp700 juta hanya untuk jembatan, sedang untuk perbaikan talut belum masuk penghitungan,” ungkapnya.

Ditambahkan Eddy, meski estimasi perbaikan jembatan sudah muncul namun untuk pelaksanaan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Menurut dia, proses perbaikan baru terlaksana paling cepat dilakukan menggunakan anggaran di 2018 mendatang.

“Saat ini memang belum ada anggarannya. Jadi, untuk perbaikan kami harap warga bersabar terlebih dahulu,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Agus Supriyadi mengaku sudah mendapatkan informasi terkait dengan proses perbaikan jembatan baru terlaksana paling cepat di tahun depan. Sebab untuk anggaran di tahun ini belum ada alokasi anggaran perbaikan. “Memang baru tahun depan pelaksanaan perbaikan,” kata Agus.

Menurut dia, agar jembatan dapat dilalui, warga berinisiatif membuat jembatan darurat dengan memanfaatkan bilah bambu yang dianyam. Selanjutnya anyaman tersebut diletakan di bagian jembatan yang patah. “Ini hanya sementara karena jembatan darurat hanya bisa dilalui oleh sepeda motor. Sedang untuk roda empat tidak bisa dan harus memutar melalui jalur yang lain,” imbuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online