Pemkab Gunungkidul Siapkan Sterilisasi Monyet Ekor Panjang, Pemberian Pakan Dihentikan
Pemkab Gunungkidul mengkaji sterilisasi monyet ekor panjang untuk menekan populasi dan konflik dengan warga setelah program pemberian pakan dinilai kurang efekt
Perahu nelayan yang terbalik di laut Selatan Girisubo Gunungkidul. (Istimewa)
Nelayan Pantai Selatan akan dipermudah
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Besaran rertribusi kapal penangkap ikan di Gunungkidul bakal berubah. Hal ini terlihat dalam proses pembahasan perubahan atas Peraturan Daerah No.8/2012 tentang Rertribusi Tempat Pelelangan Ikan.
“Masih dalam proses. Tapi yang jelas dalam pembahasan itu akan ada perubahan besaran retribusi,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Agus Priyanto kepada wartawan, Rabu (8/3/2017).
Dia menjelaskan, secara besaran tarif retribusi tidak berubah karena besarannya tetap 5%. Hanya saja, sambung Agus, perubahan terjadi pada pembagian pembayaran. Jika mengacu pada Perda No.8/2012 besaran retribusi dibagi rata antara nelayan dengan pembeli. Namun dalam perubahan perda, besaran itu berubah, sebab nelayan hanya dikenakan 1,5% dan sisanya 3,5% dibebankan ke pembeli.
“Kalau dulu kan retribusi 5% dibagi rata, nelayan dibebani 2,5% dan 2,5% sisanya dibebankan ke pembeli. Tapi sekarang itu berubah, karena porsi untuk nelayan lebih kecil,” kata mantan Kepala Satpil PP ini.
Agus menambahkan, beban retribusi ini nantinya hanya akan dikenakan kepada pemilik kapal dengan ukuran di atas 10 GT. Sedang untuk kapal di bawahnya tidak akan dikenakan retribusi apapun.
“Kalau di perda lama, retribusi dibebankan kepada seluruh nelayan, tapi sekarang hanya untuk kapal di atas 10 GT,” ujarnya.
Meski sudah berbentuk draf dan dibahas dengan DPRD, namun untuk pengesahan harus mendapatkan persetujuan dari DPRD.
“Kita tunggu saja. Yang jelas dalam perubahan perda ini salah satunya untuk melindungi nelayan kecil di Gunungkidul. Saya yakin dengan disahkannya draf ini maka kehidupan nelayan akan lebih terjamin,” papar Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengkaji sterilisasi monyet ekor panjang untuk menekan populasi dan konflik dengan warga setelah program pemberian pakan dinilai kurang efekt
MotoGP Malaysia 2026 berlangsung 30 Oktober–1 November di Sepang. Simak jadwal latihan, kualifikasi, sprint race, serta balapan Marc Marquez dan Veda Ega.
Alfamidi mengoperasikan 49 PLTS Atap, memangkas 2.976 ton emisi karbon, dan menghemat 2,2 juta lembar kertas hingga Juni 2026.
Melalui Incess for Humanity, Dompet Dhuafa dan Syahrini mendorong kolaborasi antara lembaga filantropi dan figur publik untuk memperkuat kepedulian sosial.
Progres penggantian Jembatan Kewek mencapai 73,009% per 25 Oktober 2026. Proyek ini ditargetkan selesai pada 25 Desember 2026.
Vaksincom menemukan 69,6% host PHP di Indonesia menggunakan versi kedaluwarsa. Kenali risiko PHP2Shell dan langkah mencegah peretasan.