Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Warga Desa Baleharjo, Wonosari melaksanakan kegiatan bersih desa dengan melakukan pawai budaya keliling desa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Warga Desa Baleharjo, Wonosari melaksanakan kegiatan bersih desa dengan melakukan pawai budaya keliling desa, Senin (24/7/2017).
Dalam iringan-iringan pawai nampak terlihat replika Garuda sebagai perlambang persatuan dan kesatuan bangsa.
Kepala Dusun Purwosari, Desa Baleharjo Tri Hastuti Budi Lestari mengatakan, pelaksanaan kirab budaya dalam acara bersih desa tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurut dia, perbedaan tersebut terlihat adanya lambang garuda dalam kirab keliling desa.
“Pawai dengan lambang garuda merupakan hal baru dan ini merupakan kreasi dari anak muda dari Dusun Purwosari,” kata Tri Hastuti kepada wartawan, Senin.
Menurut dia, keberadaan lambang Garuda dalam pawai memiliki makna yang besar karena melambangkan persatuan kesatuan. Terlebih lagi, lanjut Tri Hastuti, keberadaan masayarakat di Baleharjo sangat beragam dengan berbagai latar belakang yang berbeda-beda. “Ini menunjukan persatuan dan kesatuan kami, meski dari latar belakang yang berbeda-beda,” ujarnya.
Tri Hastuti mengatakan, pelaksanaan kirab budaya berjalan dengan meriah dan warga pun terlihat antusias mengikuti acara dari awal sampai akhir. Dalam prosesi tersebut, tidak hanya menampilkan lambang Garuda sebagai simbol persatuan dan kesatuan.
Namun dalam kirab juga memperlihatkan pentas seni yang dimiliki warga mulai dari kesenian jathilan, pasukan bregodo hingga pengarakan gunungan. “Seluruh warga terlibat untuk menyukseskan acara bersih desa ini,” imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang warga Baleharjo, Aditya Putra Tama mengaku senang dengan pelaksanaan acara bersih desa yang dilakukan, Senin kemarin.
Menurut dia, acara tersebut memiliki arti yang penting, salah satunya untuk mempertahankan tradisi yang telah berlansung secara turun temurun. “Harapannya acara ini [bersih desa] tetap lestari karena juga sebagai acara silahturahmi antar warga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Lebih dari 140.000 pelajar dan anak muda mendaftar aksi Gen Z di 23 kota Jerman pada 31 Oktober untuk memprotes sejumlah kebijakan pemerintah.
Karhutla membakar sekitar 100 hektare kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu di Sigi dan Poso. BBTNLL melibatkan Polri dan TNI.
Pengalihan arus lalu lintas diberlakukan saat demo di Jogja, Rabu 28 Oktober 2026. Simak titik rekayasa jalan dan jalur alternatifnya.
Kemnaker memverifikasi mitra Magang Nasional Batch 3 hingga 30 Oktober 2026. Simak jadwal lowongan, pendaftaran, seleksi, dan mulai magang.
Pemkab Sleman mengimbau orang tua mengawasi anak agar tetap belajar dan tidak terlibat mobilisasi massa menjelang isu demo 28 Oktober 2026.