Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Gunungkidul melakukan kajian untuk penambahan dana dropping
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Gunungkidul melakukan kajian untuk penambahan dana dropping dalam pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan 2017.
Penambahan dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya wilayah kekeringah di musim kemarau ini.
Data dari BPBD Gunungkidul hingga saat ini ada sepuluh kecamatan yang mengalami rawan kekeringan. Daerah rawan ini meliputi Kecamatan Girisubo, Rongkop, Tepus, Tanjungsari Purwosari, Nglipar, Paliyan, Panggang.
Sedang dua kecamatan lainnya meliputi Gedangsari dan Patuk. Sementara untuk penyaluran air bersih untuk saat ini Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran sekitar Rp600 juta.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logisitik BPBD Gunungkidul Sutaryono mengatakan, pihaknya tidak menutup kemungkinan mengajukan tambahan anggaran penyaluran air bersih di pembahasan APBD Perubahan 2017. Wacana penambahan salah satunya untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang terus meluas.
Namun demikian, sambung dia, opsi tersebut harus dikaji dengan matang dan melihat kondisi wilayah yang mengalami kekeringan.
“Penambahan sangat mungkin. Namun untuk sekarang, kami masih melakukan kajian untuk penambahan,” kata Sutaryono, Senin (25/7/2017).
Menurut dia, alokasi anggaran saat ini yang berjumlah Rp600 juta akan digunakan untuk droping sebanyak 3.000 tangki air bersih. Rencananya dropping akan dilakukan hingga pertengahan Oktober mendatang. “Kondisi di lapangan akan kami pantau terus karena ini sebagai acuan untuk menambah anggaran untuk penyaluran air bersih,” ungkapnya.
Ditambahkan dia, hingga sekarang terdapat sepuluh kecamatan yang rawan kekeringan. Namun dari jumlah tersebut, untuk kecamatan Patuk dan Gedangsari masih sebatas rawan karena belum mengajukan permintaan bantuan secara resmi.
“Kalau yang diberikan bantuan sudah ada delapan kecamatan. Sedang dua lainnya [Gedangsari dan Patuk] masuk daerah rawan kekeringan,” katanya lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Karhutla membakar sekitar 100 hektare kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu di Sigi dan Poso. BBTNLL melibatkan Polri dan TNI.
Pengalihan arus lalu lintas diberlakukan saat demo di Jogja, Rabu 28 Oktober 2026. Simak titik rekayasa jalan dan jalur alternatifnya.
Kemnaker memverifikasi mitra Magang Nasional Batch 3 hingga 30 Oktober 2026. Simak jadwal lowongan, pendaftaran, seleksi, dan mulai magang.
Pemkab Sleman mengimbau orang tua mengawasi anak agar tetap belajar dan tidak terlibat mobilisasi massa menjelang isu demo 28 Oktober 2026.
Arsitektur bukan sekadar persoalan bentuk dan tampilan bangunan. Cara seseorang bergerak, memperhatikan lingkungan, hingga merasakan suasana dalam sebuah ruang