Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Seorang pengunjung sedang mengamati batu pra sejarah yang berada di Situs Sokoliman, Dusun Sokoliman II, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Senin (17/4/2017) (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)
Alokasi dana keistimewaan yang digelontorkan Pemerintah DIY ke Pemkab Gunungkidul di tahun ini berkurang
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Alokasi dana keistimewaan yang digelontorkan Pemerintah DIY ke Pemkab Gunungkidul di tahun ini berkurang. Awalnya Dinas Kebudayaan mendapatkan alokasi sebesar Rp35 miliar, namun dalam perkembangannya hanya menjadi Rp31,7 miliar.
Sekretaris Dinas Kebudayaan Gunungkidul Siti Isnaini Dekoningrum membenarkan adanya pemotongan alokasi dana keistimewaan di tahun ini, dari Rp35 miliar menjadi Rp31,7 miliar.
Ia tidak menampik, kebijakan itu berdampak terhadap program kegiatan yang dimiliki dinas. Namun demikian, Dekoningrum menegaskan bahwa program yang tak jadi dilaksanakan hanya sebatas ditunda pelaksanaannya.
“Itu bukan dicoret, tapi ditunda sehingga tidak dilaksanakan di tahun ini,” kata Dekoningrum kepada Harianjogja.com, Jumat (28/7/2017).
Dia menjelaskan, pengurangan dana keistimewaan tidak lepas dari kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah DIY yang disampaikan sejak beberapa bulan lalu.
Keputusan pengurangan tidak lepas adanya permintaan agar pemkab melakukan kajian ulang terhadap studi kelayakan serta deleniasi kawasan dan zonansi terhadap program yang dimiliki.
Dekoningrum mengatakan, pengurangan itu berdampak terhadap program kegiatan yang dimiliki. Salah satunya, untuk pemeliharaan di sejumlah situs seperti Sokoliman, Bejiharjo; Gondang di Desa Ngawis dan Bleberan di Desa Bleberan senilai Rp1,4 miliar batal terlaksana di tahun ini.
“Selain pemeliharaan ketiga situs, masih ada beberapa kegiatan yang harus kami sesuaikan dengan alokasi anggaran danais setelah ada pemotongan,” kata mantan Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Polda DIY menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional saat aksi pemuda dan mahasiswa pada 28 Oktober 2026. Jalan tetap dibuka jika arus normal.
Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu Menlu Singapura Vivian Balakrishnan setelah kedua negara membahas penanganan karhutla.
GKR Mangkubumi mengajak warga menjaga Jogja tetap damai saat aksi 28 Oktober. Satpol PP DIY menegaskan tugas Jaga Warga menjaga lingkungan.
Pegadaian meraih The Finance Special Award 2026 kategori The Most Innovative Digital Transformation berkat inovasi layanan digital dan penguatan inklusi keuanga
Pakar PBB mendesak Meta menjamin kebebasan berekspresi selama pemilu Brasil di tengah laporan pembatasan konten politik.