Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Sejumlah pelajar SMA mengunjungi pameran karya seni rupa di eks Gedung Pengadilan Agama yang dihelat bersamaan perayaan FKY ke-28 di Wonosari, Gunungkidul, Rabu (7/9/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Dinas Kebudayaan Gunungkidul kembali menggelar Festival Kesenian Yogyakarta.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Kebudayaan Gunungkidul kembali menggelar Festival Kesenian Yogyakarta. Rencananya pertunjukan pentas seni ini dilaksanakan mulai Senin (7/8/2017) hingga Sabtu (12/8/2017) mendatang.
Kepala Bidang Seni Adat dan Tradisi, Dinas Kebudayaan Gunungkidul Ristu Raharja mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai persiapan untuk pelaksanaan FKY di tahun ini. Beberapa persiapan yang dilakukan, selain menentukan waktu kegiatan, dinas kebudayaan juga mulai mengkoordiansi untuk pentas seni yang disuguhkan dalam acara tersebut.
Rencananya pelaksanaan FKY di Gunungkidul digelar selama lima hari mulai 7-12 Agustus medatang. Untuk acara pementasan, lanjut Ristu, akan diisi pentas seni sebanyak 25 kelompok yang berasal dari 18 kecamatan dan perwakilan dari luar daerah.
Adapun pementasan yang dilaksanakan di antaranya pentas musik campur sari, jahilan hingga kesenian reog. “Sudah mulai kami persiapkan. Mudah-mudahan kegiatan tahunan ini dapat berjalan dengan lancar,” katanya kepada Harianjogja.com, Senin (31/7/2017).
Menurut dia, untuk pelaksanaan FKY 2017 sedikit berbeda dengan penyelenggaraan di tahun-tahun sebelumnya. Ini lantaran, keberadaan kirab seni biasanya dilaksankaan saat pembukaan, namun untuk tahun ini, kegiatan tersebut dilakukan saat penutupan.
Selain itu, sambung Ristu, pengambilan rute pawai juga mengalami perubahan karena tidak lagi melewati jalur di depan Rumah Sakit Daerah Umum Wonosari. Pemindahan jalur dilakukan agar kegiatan kirab tidak mengganggu pelayanan di rumah sakit tersebut.
“Rute pawai besok di mulai dari Alun-Alun Wonosari menuju ke taman kota terus ke barat menuju simpang tiga Kepek ke kiri dan masuk lagi ke Kota Wonosari,” kata mantan Kepala Bidang Kebudayaan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Polda DIY menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional saat aksi pemuda dan mahasiswa pada 28 Oktober 2026. Jalan tetap dibuka jika arus normal.
Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu Menlu Singapura Vivian Balakrishnan setelah kedua negara membahas penanganan karhutla.
GKR Mangkubumi mengajak warga menjaga Jogja tetap damai saat aksi 28 Oktober. Satpol PP DIY menegaskan tugas Jaga Warga menjaga lingkungan.
Pegadaian meraih The Finance Special Award 2026 kategori The Most Innovative Digital Transformation berkat inovasi layanan digital dan penguatan inklusi keuanga
Pakar PBB mendesak Meta menjamin kebebasan berekspresi selama pemilu Brasil di tengah laporan pembatasan konten politik.