PBB Gunungkidul Tembus Rp17,8 Miliar, Jatuh Tempo 30 September
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
Sejumlah alat berat dan pipa-pipa untuk pengangkatan pasir terlihat di area Pelabuhan Sadeng. Foto diambil beberapa waktu lalu. (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Nelayan Gunungkidul, kapal karam segera ditangani
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Setidaknya lima kapal karam di Dermaga Pelabuhan Sadeng, Desa Songbanyu, Kecamatan Girisubo akan diangkat. Rencananya pengangkatan dilakukan bersamaan dengan pengerukan sedimentasi tanah di area pelabuhan yang sekarang sudah mulai dilaksanakan.
Baca Juga : http://m.harianjogja.com/?p=840238">NELAYAN GUNUNGKIDUL : Lima Kapal Karam di Sadeng Bakal Diangkat
Menurut Komandan Pos Angkatan Laut Sadeng, Peltu Fajar Tri Irianto, sebelum adanya wacana pengangkatan kapal itu, beberapa waktu lalu sempat ada sayembara untuk mengangkat kapal inkamina yang tenggelam di dasar Pelabuhan Sadeng. Namun sayembara tersebut tidak berhasil karena nelayan tidak mau mengangkat kapal itu.
“Dulu kondisinya sempat dilihat oleh Nelayan dari Prigi, Jawa Timur. Tapi setelah dilihat mereka tidak jadi mengangkat karena dirasa kurang menguntungkan,” ujar dia, Kamis (4/8/2017)
Sementara itu, Petugas Tempat Pelelangan Ikan Sadeng Paeto mengatakan, untuk proses pengerukan sedimentasi di Pelabuhan Sadeng sudah mulai dilakukan. Rencana pengerukan akan dilakukan secara bertahap sehingga prosesnya tidak menganggu aktivitas kapal di pelabuhan.
“Akan dilakukan secara bergantian. Misal jika dikeruk yang sebelah kiri dermaga, maka sisi kanan akan digunakan untuk tempat sandar kapal. Begitu juga nanti saat sisi kanan dikeruk, sisi kiri akan digunakan untuk tempat sandar,” katanya.
Menurut dia, untuk pengerukan membutuhkan anggaran sekitar Rp4,5 miliar. Ditargetkan pengerukan ini selesai di akhir tahun nanti. “Mudah-mudahan dengan pengerukan itu akses keluar masuk kapal jadi lebih lancar karena pendangkalan yang ada sudah dihilangkan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB Gunungkidul mencapai Rp17,83 miliar atau 68% target. Wajib pajak diminta membayar sebelum jatuh tempo 30 September 2026.
Sekitar 350 buruh MTG belum mendapat kepastian PHK, sementara gaji disebut belum dibayar sejak April. DPRD DIY meminta persoalan segera dituntaskan.
PBB-P2 Sleman mencapai Rp86,34 miliar atau 95% target. Lima kapanewon dan 42 kalurahan telah lunas lebih awal.
37 remaja Kota Magelang unjuk potensi dalam Adujak GenRe dan Kreativitas PIK-R 2026 untuk menjadi agen perubahan.
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
Longsor dinding Sungai Bedog Bantul akan ditangani BBWSSO pada 2027. Beronjong dibangun setelah saluran air di sekitar lokasi diperbaiki.