Anggaran Infrastruktur Gunungkidul Rp372 Miliar, Jalan Jadi Prioritas
Gunungkidul memproyeksikan anggaran infrastruktur Rp372,28 miliar pada 2027. Rencana mencakup perbaikan jalan, irigasi, dan gedung pelayanan.
Sebuah alat berat sedang mengeruk tanah yang ada di Telaga Balong, Desa Balong, Girisubo. Rabu (9/8/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Pemerintah Desa Balong, Kecamatan Girisubo mempertanyakan kelanjutan pembangunan Pusat Listrik Tenaga Surya di wilayah desa tersebut.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Desa Balong, Kecamatan Girisubo Gunungkidul mempertanyakan kelanjutan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di wilayah desa tersebut.
Pasalnya, sejak ditandatangani kesepakatan antara Pemerintah DIY dengan BPPT dan pihak investor di awal 2016 lalu belum ada langkah konkret mewujudkan proyek tersebut.
Kepala Desa Balong Suwardiyanto mengakui rencana pembangunan PLTS di Balong menguap tanpa ada kejelasan hingga sekarang. Awalnya, pihak desa mengaku antusias dengan program tersebut karena pembangunan diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Namun demikian, lanjut Suwardiyanto, harapan tersebut belum terealisasi karena setelah lebih dari satu tahun wacana digulirkan, hingga sekarang tidak ada tindaklanjut. “Dulu memang sempat ada survei lokasi di Balong, tapi kami tidak tahu kelanjutannya sampai dimana,” katanya kepada Harianjogja.com, Minggu (27/8/2017).
Menurut dia, warga memiliki harapan besar terhadap pembangunan listrik tenaga surya. Terlebih lagi, sambung Suwardiyanto, lokasi yang disediakan berada di dekat obyek wisata Pantai Watulumbung.
“Harapannya keberadaan pusat pembangkit itu bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Untuk itu kami ingin kepastian apakah jadi dibangun atau tidak,” tuturnya.
Hal senada diungkpakan oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Girisubo, Arif Yahya. Menurut dia, pihaknya sudah mendengar wacana pembangunan PLTS di Balong. Namun untuk perkembangan belum tahu karena hingga sekarang belum ada realisasinya. “Dulu sempat ada kabarnya, tapi sekarang belum tahu kelanjutannya seperti apa,” katanya.
Mengenai pembangunan PLTS itu, Arif menyerahkan sepenuhnya ke investor yang telah menandatangi kesepakatan bersama dengan Pemerintah DIY. Namun sebagai warga masyarakat, ia berharap agar rencana tersebut dapat segera diwujudkan. “Dulu di surat kabar pernah diulas tentang wacana ini, tapi kok sampai sekarang belum ada kabarnya lagi,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memproyeksikan anggaran infrastruktur Rp372,28 miliar pada 2027. Rencana mencakup perbaikan jalan, irigasi, dan gedung pelayanan.
Labu menjadi simbol Halloween berkat tradisi Irlandia, legenda Stingy Jack, dan kebiasaan mengukir sayuran yang berkembang di Amerika Serikat.
Indomaret menyerahkan empat unit tenda UMKM kepada Pemkab Banyumas untuk mendukung kegiatan promosi produk lokal dan pengembangan usaha kecil.
Sembilan kambing milik warga Bohol, Rongkop, Gunungkidul, ditemukan mati dengan luka gigitan. Kerugian ditaksir mencapai Rp4 juta.
Juventus menghadapi Genoa pada pekan kesembilan Serie A. Simak jadwal pertandingan, kondisi tim, prediksi susunan pemain, dan statistik kedua klub.
Fitur Scheduled Call WhatsApp memungkinkan pengguna menjadwalkan panggilan suara dan video. Simak cara membuat jadwal dan mengundang kontak.