Gunungkidul Masuki Pancaroba, Angin Kencang Mulai Mengancam
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Puluhan kapal Jukung milik nelayan tradisional bersandar di dermaga Pantai Sadeng. Akibat kalah bersaing dengan kapal besar, banyak yang berhenti melaut. Foto diambil Jumat (7/11/2014). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Kementerian Energi Sumber Daya Mineral telah melakukan program konversi gas untuk nelayan sejak tahun lalu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral telah melakukan program konversi gas untuk nelayan sejak tahun lalu. Namun demikian program ini belum sampai dinikmati oleh nelayan Gunungkidul.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Khairudin mengakui belum ada langkah konkret dari pemerintah pusat untuk melaksanakan konversi gas untuk nelayan. Oleh karenanya, untuk aktivitas melaut, nelayan masih menggunakan pertalite maupun solar sebagai bahan bakar utama.
“Programnya [konversi gas untuk nelayan] memang ada, tapi hingga sekarang belum masuk ke Gunungkidul," kata Khairudin kepada Harianjogja.com, Rabu (27/9/2017).
Menurut dia, meski belum ada pemberian konverter kit kepada nelayan, sebagai tindak lanjut penggunaan gas untuk bahan bakar melaut, Pertamina selaku pelaksana program telah melakukan program sosialisasi kepada nelayan di Gunungkidul. Sosialisasi ini, lanjut Khairudin, dilakukan kepada kelompok nelayan di Pantai Sadeng, kecamatan Girisubo.
“Konversi gas ini disampaikan dalam pertemuan yang dilaksanakan sekitar satu bulan lalu,” kata mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup ini.
Diungkapkannya, dalam sosialisasi tersebut akan ada pemberian bantuan sehingga nelayan tidak lagi menggunakan BBM sebagai sarana melaut. Sebagai gantinya, nelayan akan diberikan perlatan dengan bahan bakar gas.
“Targetnya ada sekitar 300 nelayan di Gunungkidul yang akan mendapat bantuan. Tapi hingga sekarang belum ada tindaklanjutnya lagi,” imbuhnya.
Khairudin mengungkakan, pihaknya siap menyukseskan program konversi gas untuk nelayan. Sebagai bentuk dukungan, DKP Gunungkidul siap membantu dalam upaya pendataan terhadap nelayan yang akan mendapat bantuan converter kit.
Ketua Kelompok Nelayan Sadeng, Sarpan membenarkan adanya sosialisasi program konversi gas untuk nelayan. Hanya saja, sambung dia, kegiatan tersebut masih di tahap awal karena bantuan baru direalisasikan tahun depan. “Sekarang masih sebatas sosialisasi dan pengusuluan. Sedang pelaksanannya dilakukan di 2018 mendatang,” kata Sarpan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.