DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Salah seorang warga sedang melintas di Jembatan Jeruklegi, di Dusun Jeruklegi, Katongan, Nglipar. Foto diambil beberapa waktu lalu. (Harian Jogja/David Kurniawan)
“Kondisinya sangat sempit sehingga untuk melintas harus mengantre"
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Masyarakat Dusun Jeruklegi, Katongan, Nglipar ingin memiliki jembatan yang representatif. Namun, pembangunan jembatan tersebut merupakan kewenangan Pemda DIY.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Eddy Praptono mengakui tidak memiliki kewenangan untuk memperbaiki Jembatan Jeruklegi di Desa Katongan. Menurut dia, keberadaan jembatan yang berada di atas aliran Sungai Oya ini merupakan kewenangan pemerintah daerah, sehingga pemkab tidak bisa mengalokasian untuk pembangunan. “Itu ranah provinsi dan perbaikan bukan jadi kewenangan kami,” kata dia, Selasa (21/11/2017).
Menurut dia, keberadaan Jembatan Jeruklegi hampir mirip dengan Jembatan Wonolagi yang ada di Dusun Wonolagi, Desa Ngleri, Playen. “Untuk perbaikan kami hanya sebatas mengusulkan ke provinsi dan perbaikannya pun juga menunggu keputusan dari Pemerintah DIY,” ungkap Eddy.
http://m.harianjogja.com/?p=870866">Baca juga : Perbaikan Jembatan Jeruklegi Belum Ada Kepastian
Sebelumnya, masyarakat di Dusun Jeruklegi, Katongan resah dengan kondisi Jembatan Jeruklegi yang tidak memenuhi standar. Kondisi itu terjadi karena jembatan akan bergoyang saat dilalui pengendara bermotor. “Kondisinya sangat sempit sehingga untuk melintas harus mengantre,” kata Ketua RT04/RW05 Jeruklegi, Ari Sudarsono.
Menurut dia, permintaan warga tidak muluk-muluk karena hanya ingin agar jembatan dibuat permanen dan bukan beruwujud jembatan gantung. “Tidak perlu besar-besar yang penting cukup untuk melintas. Kalau jembatan gantung saat ini, warga harus berhati-hati saat melintas karena sering goyang saat dilalui,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.
Cek desil bansos 2026 lewat HP menggunakan NIK. Kenali 5 desil prioritas PKH, BPNT, Sembako, dan BLT Kesra Rp900.000.