Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Akses jalan penghubung desa putus karena luapan Telaga Jonge dan Sureng
Harianjogja.com, SEMANU-Hujan yang mengguyur wilayah Gunungkidul pada Kamis (11/1/2018) malam membuat banjir di Desa Pacarejo, Semanu. Akibatnya, akses jalan penghubung desa putus karena luapan Telaga Jonge dan Sureng.
Seorang warga Pacarejo Warjito mengatakan, intensitas hujan yang tinggi ini pun membuat Telaga Jonge dan Sureng penuh air sehingga meluap sampai ke jalan. “Ketinggian sampai sekitar satu meter. Akibatnya, akses di Pacarejo putus karena tidak bisa dilalui,” katanya kepada wartawan, Jumat (12/1/2018).
Menurut dia, jalan yang terendam ini membuat aktivitas warga jadi terhambat. Kondisi itu pun berdampak pada kegiatan belajar dan mengajar di SD Negeri Jasem. Puluhan siswa tidak bisa berangkat ke sekolah karena terhalang banjir sehingga kegiatan belajar ada yang dipindahkan ke Masjid Al Islam, Desa Pacarejo. “Meski ada gangguan, tetapi kondisi sekarang [kemarin] tidak separah pada akhir November 2017 lalu,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Kepala Desa Pacarejo Suhadi. Menurut dia, luapan Telaga Jonge dan Sureng membuat jalan desa terendam. Namun, kondisi tersebut sudah berangsur-angsur normal karena air sudah mulai surut. “Untuk jalan di sekitar Jonge sudah bisa dilalui, sedangkan luapan di Telaga Sureng juga sudah mulai surut,” ungkapnya.
Suhadi menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat telaga di Pacarejo meluap. Faktor pertama dikarenakan intensitas hujan tinggi sehingga area telaga tidak mampu menampung air yang masuk. Selain itu, luapan juga dipengaruhi keberadaan luweng yang tersumbat sehingga serapan air menjadi terganggu.
“Di desa kami ada enam luweng dan kondisinya butuh dinormalisasi. Untuk mencegah banjir kembali terulang, kami sudah melakukan koordinasi guna melaksanakan program normalisasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, layanan pendidikan diperluas melalui sekolah negeri, sekolah kemitraan
Mengenal sejarah Paskibraka yang berawal dari Jogja pada 1946, makna formasi 17-8-45, hingga pembinaan Paskibraka di bawah BPIP.
BNPB mencatat 1.514 bencana terjadi hingga 17 Agustus 2026. Sebanyak 3,7 juta warga terdampak dan 24.883 rumah rusak.
Menjelang Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, sektor pertanian terus menjadi fokus bagi pemerintahan di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi
Mengenal sejarah Gedung Agung Jogja, dari era kolonial Belanda hingga menjadi saksi perjuangan kemerdekaan dan pusat agenda kenegaraan.