Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Angka kemiskinan di Gunungkidul pada 2017 sebesar 18,65%
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Angka kemiskinan di Gunungkidul turun sebesar 0,69% dibandingkan dengan capaian 2016 sebesar 19,34%. Penurunan ini belum memenuhi harapan karena setiap tahunnya persentase ditargetkan sebesar 1%.
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, hasil penghitungan dari BPS angka kemiskinan di Gunungkidul pada 2017 sebesar 18,65%. Angka ini turun sekitar 0,69% dibandingkan dengan capaian di 2016 sebesar 19,34%. “Memang tidak besar karena target satu persen per tahun belum terpenuhi karena besaran penurunan di 2017 hanya sebesar 0,69 persen,” kata Immawan kepada wartawan, Rabu (17/1/2018).
Meski meleset dari target, wakil bupati tidak mempersoalkan karena secara kuantitas, jumlah tersebut merupakan tertinggi di wilayah DIY. “Daerah lain seperti Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Jogja, angka penurunannya tidak sampai 0,69%,” ungkapnya.
Menurut dia, penurunan kemiskinan tidak sesuai target karena terpengaruh kondisi ekonomi nasional mulai dari inflasi, tingkat petumbuhan ekonomi, hingga masalah menurunnya daya beli masyarakat. Namun, pengaruh tersebut tidak berdampak signifikan di Gunungkidul sehingga tingkat penurunan kemiskinan merupakan yang tertinggi di masyarakat. “Memang ada pengaruhnya, tapi dampaknya tidak separah seperti di daerah lain,” tuturnya.
Immawan menambahkan, dampak yang tidak terlalu signifikan ini disebabkan pola kultural di masyarakat yang sering menyimpan panen sebagai cadangan. Oleh karena itu, di saat terjadi penurunan daya beli, tidak ada masalah karena stok makanan tinggal mengambil dari cadangan yang dimiliki.
“Di daerah lain, untuk mendapatkan bahan pangan harus beli. Jadi, saat ada penurunan daya beli akan berpengaruh. Kondisi ini berbeda dengan warga di Gunungkidul, saat ada penurunan daya beli tidak ada masalah karena cadangan pangan yang dimiliki masih melimpah,” uajrnya.
Pemkab Gunungkidul akan terus berkomitmen untuk menurunkan angka kemiskinan di Bumi Handayani. Adapun targetnya, pada 2021 tingkat kemiskinan sebesar 15%. “Ini tugas yang harus diselesaikan dan seluruh OPD [organisasi perangkat daerah] saling membantu agar target tersebut dapat dicapai,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Pangsa pasar mobil Tiongkok di Indonesia melonjak dari 5,8% pada 2024 menjadi 17,4% pada 2026. BYD, Wuling, dan Chery memimpin pertumbuhan.
ASDP dan Pelni membuka layanan pengiriman bantuan gratis untuk korban gempa NTT. Logistik dikirim melalui jalur laut guna mempercepat distribusi.
Malaysia dan Singapura menghadapi misi berat lolos ke final Piala AFF 2026 setelah kalah pada leg pertama semifinal dari Vietnam dan Thailand.
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan alasan kelereng dan karet loncat masuk dalam goodie bag HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Jay Idzes dan Kieronn Bowie mengucapkan selamat HUT RI ke-81 dari Italia melalui Sassuolo. Kapten Timnas Indonesia bahkan menyapa dengan bahasa Sunda dan Jawa.