Konsumsi Ikan Gunungkidul Tertinggal dari DIY dan Nasional
Angka konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul naik menjadi 32,89 kilogram per kapita per tahun pada 2026. Namun capaian tersebut masih di bawah rata-rata DIY dan n
Tanah di Gunungkidul rawan ambles
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Meski tanah di Gunungkidul rawan ambles, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul belum melakukan kajian ilmiah terkait dengan persoalan tersebut. Secara geografis potensi itu merata di seluruh wilayah.
Kepala Seksi Kedaruratan dan logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono mengatakan untuk pendataan terkait dengan potensi rawan ambles hingga sekarang didata. Oleh karenanya, BPBD belum bisa memetakan potensi rawan ambles di Gunungkidul.
Meski demikian, lanjut Sutaryono, ketiadaan data potensi rawan ini tidak menjadi persoalan, Sebab BPBD sejak lama telah mengimbau kepada masyarakat untuk terus berwaspada. Untuk kerawanan, lanjut dia, lebih mengacu pada kondisi geografis kewilayahan yang didominasi oleh batuan kapur atau kawasan karts sehingga potensi tanah ambles hampir merata di seluruh wilayah.
“Kejadian tanah ambles bukan barang baru. Sebab peristiwa itu sudah terjadi sejak lama. Apalagi hampir setiap musim hujan ada laporan terkait dengan peristiwa tanah ambles,” kata Sutaryono kepada Harianjogja.com, Senin (22/1/2018).
Menurut dia, untuk mengantisipasi kerugian saat terjadi tanah ambles warga diminta untuk terus waspada. Salah satunya dengan mengamati lingkungan sekitar. Sutaryono mengatakan proses amblesnya tanah tidak terjadi dalam waktu singkat karena akan diawali dengan longsoran atau pembentukan lubang-lubang kecil.
“Inilah kenapa saya meminta agar memantau di lingkungan sekitar secara rutin, karena saat ada yang aneh [potensi tanah ambles] bisa diketahui sejak awal sehingga potensi kerugian bisa ditekan seminimal mungkin,” kata Sutaryono lagi.
Selain potensi tanah ambles, di Gunungkidul juga ada potensi bencana lainnya seperti banjir, angin kencang hingga longsor. Untuk angin kencang kerawanan merata di seluruh wilayah, sedangkan untuk banjir potensinya ada di sepanjang aliran Sungai Besole, Kota Wonosari, sepanjang aliran Sungai Oya, hingga kawasan di Kecamatan Semanu dan Tanjungsari.
“Untuk longsor, potensinya terjadi di tujuh kecamatan meliputi Purwosari, Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin dan Ponjong,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Angka konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul naik menjadi 32,89 kilogram per kapita per tahun pada 2026. Namun capaian tersebut masih di bawah rata-rata DIY dan n
Kombes Pol. Jerrold Hendra Yosef Kumontoy dipercaya menjadi Komandan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka.
SBY menilai target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027 ambisius tetapi masih bisa dicapai dengan kebijakan yang konsisten.
Upacara HUT RI ke-81 di Kulonprogo digelar tanpa tenda dan kursi VIP. Kursi khusus disediakan bagi veteran dan sesepuh daerah.
Megawati Soekarnoputri mengungkap pernah dipanggil polisi tiga kali dan diperiksa jaksa saat era Orde Baru.
Perayaan HUT RI ke-81 di media sosial diwarnai euforia kemerdekaan sekaligus gelombang solidaritas untuk korban gempa NTT.