Kali Belakang Kantor Pemkab Gunungkidul Ditutup, Habiskan Rp1 Miliar
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Tanah di Gunungkidul rawan ambles
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Meski tanah di Gunungkidul rawan ambles, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul belum melakukan kajian ilmiah terkait dengan persoalan tersebut. Secara geografis potensi itu merata di seluruh wilayah.
Kepala Seksi Kedaruratan dan logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono mengatakan untuk pendataan terkait dengan potensi rawan ambles hingga sekarang didata. Oleh karenanya, BPBD belum bisa memetakan potensi rawan ambles di Gunungkidul.
Meski demikian, lanjut Sutaryono, ketiadaan data potensi rawan ini tidak menjadi persoalan, Sebab BPBD sejak lama telah mengimbau kepada masyarakat untuk terus berwaspada. Untuk kerawanan, lanjut dia, lebih mengacu pada kondisi geografis kewilayahan yang didominasi oleh batuan kapur atau kawasan karts sehingga potensi tanah ambles hampir merata di seluruh wilayah.
“Kejadian tanah ambles bukan barang baru. Sebab peristiwa itu sudah terjadi sejak lama. Apalagi hampir setiap musim hujan ada laporan terkait dengan peristiwa tanah ambles,” kata Sutaryono kepada Harianjogja.com, Senin (22/1/2018).
Menurut dia, untuk mengantisipasi kerugian saat terjadi tanah ambles warga diminta untuk terus waspada. Salah satunya dengan mengamati lingkungan sekitar. Sutaryono mengatakan proses amblesnya tanah tidak terjadi dalam waktu singkat karena akan diawali dengan longsoran atau pembentukan lubang-lubang kecil.
“Inilah kenapa saya meminta agar memantau di lingkungan sekitar secara rutin, karena saat ada yang aneh [potensi tanah ambles] bisa diketahui sejak awal sehingga potensi kerugian bisa ditekan seminimal mungkin,” kata Sutaryono lagi.
Selain potensi tanah ambles, di Gunungkidul juga ada potensi bencana lainnya seperti banjir, angin kencang hingga longsor. Untuk angin kencang kerawanan merata di seluruh wilayah, sedangkan untuk banjir potensinya ada di sepanjang aliran Sungai Besole, Kota Wonosari, sepanjang aliran Sungai Oya, hingga kawasan di Kecamatan Semanu dan Tanjungsari.
“Untuk longsor, potensinya terjadi di tujuh kecamatan meliputi Purwosari, Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin dan Ponjong,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Polisi menembak mati AF, terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Tulang Bawang setelah menyerang petugas dengan senjata tajam.
Satgas PKH menyerahkan Rp13,2 triliun hasil penindakan tahap ke-8 ke Kemenkeu. Penyerahan disaksikan Presiden Prabowo Subianto.
Jelajah Tamanmartani Kulinerun digelar 24–25 Oktober 2026 dengan olahraga, kuliner, budaya, serta konsep living medal berupa bibit tanaman
Kasus ISPA di Kulonprogo mencapai 84.756 hingga pekan ke-39 2026, naik 1,3 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.
Prabowo mengungkap rencana perubahan nama BNN menjadi Badan Nasional Penanggulangan Narkotika atau BNPN.