DPRD Gunungkidul Siapkan Net dan Bola Voli untuk Masyarakat
DPRD Gunungkidul menyiapkan bantuan sarana olahraga untuk masyarakat. Net dan bola voli masuk APBD Perubahan 2026.
Proses pembangunan TPAS di kawasan pesisir masih dalam tahap perencanaan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pemerintah Kabupaten menyiapkan tiga lokasi untuk pembangunan Tempat Pengelolaan Akhir Sampah (TPAS) di kawasan Pantai Selatan.
Tiga lokasi ini meliputi kawasan di Desa Banjarejo, Tanjungsari; Desa Monggol, Saptosari dan Desa Tepus, Kecamatan Tepus.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul Winaryo mengatakan, proses pembangunan TPAS di kawasan pesisir masih dalam tahap perencanaan. Selain penyiapan DED kawasan, tahun ini pemkab juga merencanakan pembebasan lahan untuk pembangunan.
“Untuk pembebasannya akan dilakukan oleh kami [Dinas Pertanahan dan Tata Ruang]. Untuk DED dan pembangunan, kewenangan berada di Dinas Lingkungan Hidup,” kata Winaryo saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (2/3/2018).
Dia menjelaskan, untuk pembebasan lahan sudah menyiapkan anggaran. Namun, di dalam pelaksanaannya, masih harus menunggu koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. “Kita masih menungggu. Nanti kalau proposalnya sudah ada langsung ditindaklanjuti untuk pembebasan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul menyiapkan bantuan sarana olahraga untuk masyarakat. Net dan bola voli masuk APBD Perubahan 2026.
Separator Ring Road Utara sepanjang 1,5 km dibongkar untuk persiapan Tol Jogja-Solo Segmen Purwomartani dan pelebaran jalan.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meluncurkan PKJ untuk perguruan tinggi dan mendorong ilmu lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Pendidikan khas Kejogjaan yang hari ini kita luncurkan bersama adalah ikhtiar untuk mempersingkat jarak itu,” tutur Sri Sultan.
Gempa Bantul M3,5 terjadi Kamis sore dan dirasakan di Jogja. BMKG meminta warga tetap tenang serta mengikuti informasi resmi.
Gempa M3,5 mengguncang Bantul dan sekitarnya. BMKG menyebut gempa dangkal dipicu aktivitas Sesar Opak dan tak berpotensi tsunami.