Tak Cuma Droping, TNI Bangun 18 Sumur Bor untuk Warga Gunungkidul
Kodim 0730/Gunungkidul membangun 18 sumur bor untuk membantu warga mengatasi krisis air bersih. BPBD juga memetakan potensi sumber air.
Kajian ini dibutuhkan agar pembangunan sesuai kondisi yang diharapkan sejak awal
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul Agus Priyanto mengatakan, pihaknya masih menunggu konsultan untuk melakukan kajian teknis terkait dengan pembangunan Tempat Pengelolaan Akhir Sampah (TPAS).
Kajian ini dibutuhkan agar pembangunan sesuai kondisi yang diharapkan sejak awal. “Proses pembangunan TPAS butuh waktu yang panjang dan untuk saat ini masih dalam tahap kajian teknis untuk kemudian dilanjutkan penyusunan DED kawasan,” kata Agus, Jumat (2/3/2018).
Menurut dia, untuk pembangunan TPAS terdapat tiga lokasi untuk pendirian. Tiga lokasi ini meliputi kawasan Desa Monggol, Saptosari; Desa Banjarejo, Tanjungsari; dan Desa Tepus, Kecamatan Tepus. “Tiga tempat ini masih sebatas opsi karena penetapan akan didiskusikan dengan tim konsultan terlebih dahulu,” ujarnya.
http://m.harianjogja.com/?p=899544">Baca juga : Pemkab Gunungkidul Siapkan Tiga Lokasi TPAS di Pesisir
Agus menjelaskan, wacana pembangunan TPAS salah satunya untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di kawasan Pantai Selatan. Penyediaan fasilitas itu juga sebagai jawaban atas keluhan tidak adanya lokasi pembuangan yang memadai hingga sekarang. “Makanya direncanakan pembuatan TPAS,” kata mantan Kepala Dinas Kelauatan dan Perikanan ini.
Untuk pembangunan TPAS sedianya membutuhkan lahan minimal 10 hektare. Namun di tahap awal ini, lanjut Agus, pembebasan lahan yang dilaksankaan baru seluas lima hektare. “Pengadaan dilakukan secara bertahap karena jika langsung membebaskan lahan seluas 10 hektare, prosesnya harus ditangani provinsi [daerah]. Jadi, ini kenapa pembebasan dilaksanakan bertahap,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kodim 0730/Gunungkidul membangun 18 sumur bor untuk membantu warga mengatasi krisis air bersih. BPBD juga memetakan potensi sumber air.
Separator Ring Road Utara sepanjang 1,5 km dibongkar untuk persiapan Tol Jogja-Solo Segmen Purwomartani dan pelebaran jalan.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meluncurkan PKJ untuk perguruan tinggi dan mendorong ilmu lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Pendidikan khas Kejogjaan yang hari ini kita luncurkan bersama adalah ikhtiar untuk mempersingkat jarak itu,” tutur Sri Sultan.
Gempa Bantul M3,5 terjadi Kamis sore dan dirasakan di Jogja. BMKG meminta warga tetap tenang serta mengikuti informasi resmi.
Gempa M3,5 mengguncang Bantul dan sekitarnya. BMKG menyebut gempa dangkal dipicu aktivitas Sesar Opak dan tak berpotensi tsunami.