Kelok 23 Gunungkidul Belum Dilirik Investor, Ini Alasannya
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
Untuk mengurangi potensi konflik ini maka ada kesepakatan bersama untuk kerja sama di bidang kelautan dan perikanan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Konflik antarnelayan di wilayah perairan pantai selatan menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan trilateral antara Pemkab Gunungkidul, Pacitan dan Wonogiri di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Kamis (8/3/2018). Untuk mengurangi potensi konflik ini maka ada kesepakatan bersama untuk kerja sama di bidang kelautan dan perikanan.
Kepala Dinas Kelauatan dan Perikanan Gunungkidul Khairudin mengatakan, ada beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tiga pemkab di wilayah Gunungsewu. Selain membahas untuk peningkatan hasil di bidang perikanan dan kelautan, masalah konflik antarnelayan juga menjadi hal yang perlu dijadikan perhatian bersama.
Selama ini, lanjut dia, nelayan di ketiga wilayah belum ada koordinasi yang baik sehingga rawan menimbulkan potensi konflik. “Ya masih banyak nelayan dari luar daerah tanpa izin. Padahal izinnya cuma ke pemerintah desa setempat, tapi kenyataannya aturan ini belum ditaati oleh nelayan,” kata Khairudin kepada wartawan, Kamis.
Menurut dia, potensi yang muncul tidak hanya pada batas wilayah penangkapan. Ini lantaran juga muncul persaingan dalam hal penangkapan sehingga terjadi unsur sabotase antarnelayan. Pemkab Gunungkidul mencatat ada beberapa kejadian yang menunjukan konflik. Sebagai contoh di 2007 lalu ada kasus pembakaran kapal oleh nelayan.
Adapun kasus sengketa terakhir terjadi di 2017 lalu, di mana rumpon milik nelayan disabotase oleh nelayan lain, dengan cara memotong tali pengingat sehingga alat penangkap ikan hanyut. “Memang tidak terekspos. Namun, kami akan terus berusaha agar konflik antar nelayan bisa dihilangkan,” kata mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup ini.
Lebih jauh diungkapkan Khairudin, kesepakatan bersama yang dicapai tiga kabupaten tidak hanya sebatas menekan potensi konflik, tetapi juga berupaya untuk meningkatkan produktivtas hasil kelautan. “Akan ada program pelatihan bersama. Selain itu juga akan program magang. Sebagai contoh, nelayan Gunungkidul akan berlatih cara menangkap ikan seperti yang dilakukan oleh nelayan di Pacitan,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
Jadwal KRL Palur-Jogja Jumat 21 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Stasiun Jogja, termasuk waktu di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 21 Agustus 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di tiap stasiun.
MW Passato karya modifikator Indonesia akan tampil di SEMA Show 2026, Las Vegas, membawa karya aftermarket Tanah Air ke panggung global.
Hyundai Tucson 2027 resmi diperkenalkan dengan desain Art of Steel, dimensi lebih besar, kabin Pleos, dan varian XRT.
Perubahan status sejumlah jalan di Kulonprogo menjadi jalan lingkungan membuat sumber pembiayaan lebih fleksibel, dari APBD hingga APBKal.