Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Ilustrasi kebakaran./Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kebakaran di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Qur\'an Wal Irsyad, Ledoksari, Kepek, Wonosari pada Senin (9/4/2018) lalu menambah daftar panjang kasus kebakaran yang menimpa ponpes tersebut. Investigasi oleh pihak berwajib pun terus dilakukan, tapi hingga kini penyebabnya tak pernah diketahui.
Tercatat sejak 2016 hingga April tahun ini lima kasus kebakaran terjadi di ponpes yang telah berdiri sejak 1999 tersebut. Salah satu kasus kebakaran terparah dengan menimbulkan korban jiwa adalah pada januari 2016. Saat itu pada tengah malam bangunan dua lantai yang dikhususkan untuk santri putra terbakar. Nahas, seorang santri yakni Nidhom Al Kahfi ditemukan tewas. Diduga dalam kondisi tidur korban menghirup asap hingga akhirnya meregang nyawa.
Selang beberapa bulan dari tewasnya Nadhom, tepatnya pada Oktober 2016, kasus serupa kembali terjadi. Ruang asrama putri terbakar. Meski tidak ada korban jiwa, beberapa santri dan petugas pemadam kebakaran Gunungkidul harus dilarikan ke rumah sakit akibat sesak nafas karena asap.
Menurut informasi dari UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul, dugaan paling kuat penyebab kebakaran yang marak terjadi di Ponpes Darul Qur’an Wal Irsyad ialah korsleting listrik. Hal tersebut dilihat dari banyaknya santri sehingga ada kemungkinan pemanfaatan listrik untuk keperluan sehari-hari rawan menyalahi aturan. Kemungkinan berikutnya adalah faktor hewan yang merusak kabel sehingga dapat menyebabkan kebakaran.
Namun pada beberapa kasus terakhir, yakni Senin lalu dugaan tersebut agaknya meleset. Pasalnya kepolisian sektor Wonosari yang saat itu mengecek lokasi tidak menemukan sumber api. “Seperti pada kebakaran kali ini, api awalnya berasal dari kasur tapi saat diselidiki di sekitar kasur tidak ditemukan sumber api,” kata Kapolsek Wonosari Kompol Sutama.
Sementara itu Kasatreskrim Polres Gunungkidul AKP Riko Sanjaya mengungkapkan hingga kini pihaknya belum mengetahui penyebab pasti kebakaran. Pasalnya ketika dilakukan olah TKP dan menanyakan ke pengurus Ponpes keterangan yang diberikan tidak jelas dan terksesa berbelit-belit. "Jadi pengurus ponpes tidak mau memberika keterangan secara jelas, dia hanya bilang kalah ini sudah biasa dan merupakan sebuah teguran, lalu juga tidak ada laporan langsung dari mereka," ujar Riko.
Riko menambahkan pihaknya juga merasa aneh dengan kebakaran tersebut. Pasalnya tidak ada potensi sumber api baik itu gangguan arus pendek maupun lain sebagainya. "Dari olah TKP kemarin yang kami temukan hanya selimut terbakar, tidak ada kemungkinan korsleting listrik," katanya.
Atas hal lanjut Riko pihaknya tidak bisa memberi kesimpulan terkait dengan penyebab pasti kebakaran tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Manchester City punya rekor impresif di Wembley jelang final Piala FA 2025/2026 melawan Chelsea. Guardiola catat 15 kemenangan dari 23 laga.
Kebiasaan pagi sederhana seperti minum air putih dan menunda kopi ternyata dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko serangan jantung.
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Virgoun dan Lindi Fitriyana dikaruniai anak laki-laki bernama Perfexio Muthmain Virgoun pada 14 Mei 2026.
Wuling Binguo Pro tembus 30.000 pesanan sebelum resmi meluncur. Harga murah dan fast charging jadi daya tarik utama.