Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi pasar tradisional/Bisnis-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, BANTUL-Pedagang pasar tradisional Dlingo mengeluhkan kurangnya kios dan tidak adanya tempat ibadah. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul berjanji akan mengawal permasalahan itu.
Anggota DPRD Bantul Setiya mengapresiasi para pedagang yang sudah memahami akan kebutuhan. Pihaknya akan mengawal usulan tersebut melalui rapat koordinasi di Komisi B terutama dalam penganggaran.
Ia meyakini Pemerintah Kabupaten Bantul akan berkomitmen melindungi pasar tradisional. "Tentunya dengan memperhatikan kapasitas keuangan daerah," kata Setiya, Kamis (3/5/2018).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini mencontohkan salah satu pasar tipe A yang sudah menjadi percontohan karena sudah memiliki berbagai fasilitas pendukung, yakni Pasar Imogiri.
Setiya berharap Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Perdagangan terus memperbaiki sejumlah fasilitas pasar tradisional yang menjadi ciri khas peningkatan ekonomi warga Bantul.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Subiyanta Hadi saat dimintai konfirmasi masih akan mengkaji usulan pedagang Pasar Dlingo tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.