Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Ilustrasi nelayan Gunungkidul./Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Kepala seksi kenelayanan, Dinas Kelauatan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, Supriyono mengatakan dari total 1.300 nelayan Gunungkidul, yang terdata sebagai peserta asuransi keselamatan kerja sebanyak 1.131 orang.
"Sisanya yakni 169 masih dalam tahap proses. Selain itu data kami masih perlu diperbaharui sebab ada kemungkinan jumlah di lapangan yang belum masuk data lebih banyak," katanya, Jumat (25/5/2018).
Supriyono menjelaskan, perubahan data jumlah nelayan dimungkinkan terjadi akibat majunya sektor wisata khususnya pantai. Sehingga membuat para nelayan memilih banting stir untuk menjadi pelaku wisata.
"Yang nelayan pada beralih jadi tukang parkir wisata, penjual makanan, aksesoris wisata dan lain sebagainya," jelasnya.
Berbeda dengan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) wilayah Gunungkidul Rujimantoro yang mengatakan, nelayan malas untuk mengurus asuransi, justru kata Supriyono kesadaran nelayan untuk memiliki asuransi keselamatan kerja sangat tinggi.
"Mereka sangat antusias mengurus, makanya kini kami bisa sampai jumlah segitu pendaftarnya," jelasnya.
DKP Gunungkidul juga proaktif mendata nelayan yang belum memiliki asuransi, sehingga bisa diusulkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendapat premi asuransi dari KKP.
"Premi asuransi nelayan ditanggung oleh KKP dalam tempo tertentu dan dilanjutkan nelayan yang pernah mendapat bantuan asuransi," katanya.
Adapun santunan untuk kecelakaan akibat aktivitas penangkapan ikan akan memperoleh tanggungan sejumlah Rp200 juta apabila menyebabkan kematian, Rp100 juta apabila menyebabkan cacat tetap dan kecelakaan di darat diberikan Rp160 juta dan Rp20 juta untuk biaya pengobatan.
"Asuransi nelayan kerja sama dengan Jasindo. Setiap tahun, satu nelayan dikenai premi asuransi Rp175 ribu per tahun. Kami hanya menyerahkan data nelayan yang memiliki kartu identitas nelayan kepada KKP, dan mereka yang membayarkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.