Wow, Kerajinan yang Satu Ini Mampu Raup Pendapatan Kotor Puluhan Juta per Bulan

Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo Kamis, 21 Juni 2018 07:20 WIB
Wow, Kerajinan yang Satu Ini Mampu Raup Pendapatan Kotor Puluhan Juta per Bulan

Tumijo menyelesaikan produk kulit buatanya di rumahnya, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, Rabu (20/6)./JIBI-Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tekuni kerajinan kulit, warga Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, Tumijo berhasil meraup pendapatan kotor hingga puluhan juta setiap bulannya.

Tumijo menceritakan awal mula ia menekuni kerajinan kulit sekitar 1990 saat masih tinggal di Yogyakarta. “Awalnya ikut kerja di tempat orang, belajar bersama teman-teman. Lalu akhirnya buka sendiri di rumah ini [Desa Mulo] mulai empat tahun lalu,” kata Tumijo, Rabu (20/6/2018).

Berbekal kemampuan dan dana yang dimiliki ia mulai membuat berbagai macam produk berbahan dasar kulit, mulai dari koper, tas, dompet dan ikat pinggang. Inovasinya pun beragam, saat ini paling banyak digemari menurutnya tas kulit anyaman.
Berbagai hasil kreativitasnya itu ia jual dengan harga bervariasi mulai dari Rp50.000 untuk dompet, ikat pinggang ia hargai Rp80.000, dan tas Rp75.000-Rp100.000.

“Tergantung ukuran dan kerumitan juga sebenarnya, namun rata-rata itu. Untuk koper hitungan per inci Rp30.000,” katanya.
Selain disetorkan ke beberapa titik di DIY, produknya kini juga sudah merambah Jakarta dan Bali. Kerajinan miliknya itu juga sering mengikuti pameran produk kerajinan, dan saat ini tengah mengikuti pameran diacara Pekan Raya Jakarta (PRJ).

Sebenarnya produk buatan Tumijo sudah menembus pasar Internasional, di Australia, namun memang harus melalui orang lain.
Kini Tumijo juga sudah dapat membuat lapangan pekerjaan dengan usahanya itu. Setidaknya tiga orang sudah aktif bekerja di tempatnya. Ia berharap agar usahanya tersebut semakin besar, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan yang lebih besar lagi.

Menurutnya dalam membuat produk dari kulit tersebut tidak begitu rumit, terpenting memiliki ketelitian. Justru kendala yang sering hadapi, sulit dan mahalnya mencari bahan baku.

“Terkadang ya ada yang memainkan harga kulit itu, jadi terkadang sampai mahal. Selain itu kendalanya jika membuat koper, kuncinya harus membeli di Jakarta, karena di Yogyakarta sering tidak ada,” katanya.

Saat banyak pesanan seperti musim liburan ini membuatnya tidak dapat memenuhi pesanan dari para pembelinya. Saat ini pihaknya juga mengaku belum memasarkan secara online karena beberapa pertimbangan.

Tumijo memberikan saran agar para pembeli atau pemilik produk berbahan kulit tidak menjemur, jika terkena air. “Untuk produk kulit sebaiknya diangin-anginkan, dan dilap saja,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online