Berebut Sekolah Negeri, 500 Calon Siswa Ajukan Penambahan Nilai

Sunartono
Sunartono Selasa, 26 Juni 2018 12:50 WIB
Berebut Sekolah Negeri, 500 Calon Siswa Ajukan Penambahan Nilai

Petugas Disdikpora DIY (kiri) melakukan verifikasi berkas pengajuan penambahan nilai prestasi nonakademik, Senin (25/6/2018)./Harian Jogja-Sunartono

Harianjogja.com, JOGJA - Sebanyak 500 calon siswa dari berbagai jenjang SMP/MTs seluruh DIY mengajukan permohonan penambahan nilai melalui prestasi nonakademik pada hari pertama layanan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018 dibuka di Kantor Disdikpora DIY, Jalan Cendana, Senin (25/6/2018).

Petugas verifikasi mendapati ada beberapa calon siswa yang membawa sertifikat prestasi perlombaan tidak berjenjang namun sesuai aturan tidak diberikan penambahan nilai.

Kasi Data dan Informasi Bidang Perencanaan dan Standarisasi Pendidikan Disdikpora DIY Agus Muchdiarto menjelaskan, antusias calon siswa didampingi orang tua sangat tinggi guna mendapatkan rekomendasi penambahan nilai.

Terbukti, pada pagi hari mereka sudah berdatangan ke Kantor Disdikpora DIY. Hingga Senin (25/6/2018) siang tercatat di atas 500 nomor antrean untuk pengurusan penambahan nilai nonakademik. Meski jumlahnya tergolong banyak namun pihaknya tetap memberikan layanan 500 calon siswa tersebut hingga selesai di hari pertama tanpa harus mempertimbangkan jam kerja.

"Kalau sudah keluar antrean ya kami layani sampai selesai, [500 pemohon], tetap kami selesaikan. Karena mereka sudah sampai di sini sudah jauh-jauh, ada yang dari Kulonprogo, Gunungkidul sudah diselakke, maka sampai sini kami layani, karena seluruh DIY jadi satu," terangnya di Disdikpora DIY, Senin (25/6/2018).

Pantauan Harianjogja.com, Disdikpora DIY memasang tenda di halaman kantor dilengkapi dengan kursi sebagai tempat menunggu antrean agar para pemohon tidak memenuhi ruang tunggu lantai dua. Adapun proses verifikasi dilakukan di Aula Lantai Dua Gedung Disdikpora DIY, dengan sekitar 10 meja untuk verifikasi. Para pemohon lebih dahulu mengisi formulir permohonan penambahan nilai.

Biodata yang harus diisikan antara lain, nama, nomor UN, asal sekolah dan kabupatan/kota asal serta cabang lomba yang dijuarai.

Di formulir tersebut ada beberapa item yang harus diisi oleh verifikator setelah melalui proses verifikasi antara lain kategori lomba, peringkat yang diperoleh serta jenjang lomba. Setelah proses verifikasi kasi selesai, calon siswa mendapatkan surat rekomendasi penambahan nilai prestasi nonakademik yang telah ditandatangani oleh Panitia PPDB Disdikpora DIY.

Di dalam surat itu dinyatakan jumlah poin tambahan yang diterima siswa tersebut. "Prestasi pemohon merata, ada yang dari olahraga, seni, karya ilmiah remaja, lomba kompetensi siswa, semua ada verifikatornya," ungkap dia.

Agus mengakui ada beberapa calon siswa yang mengajukan rekomendasi penambahan nilai atas prestasi tidak berjenjang. Pihaknya tidak bisa memberikan penambahan nilai karena sesuai aturan hanya untuk lomba yang telah melalui proses seleksi berjenjang. "Misalnya kejuaraan open, siapa saja bisa ikut di suatu negara, meskipun skalanya internasional tidak bisa kami akui, itu ada tadi beberapa, tetapi kami tidak merinci," tegasnya.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, secara umum proses layanan pengurusan tambahan nilai prestasi nonakademik berjalan lancar. Hanya para calon siswa harus menunggu diberikannya surat rekomendasi sekitar sejam setelah proses verifikasi selesai. Mengingat proses penerbitan surat rekomendasi butuh print out, memasukkan data yang valid hingga tandatangan panitia PPDB dan stempel basah dari Disdikpora DIY.

"Begitu verifikasi selesai saat itu juga oleh operator, data siswa berikut tambahan nilainya langsung dimasukkan ke sistem. Sehingga saat nanti mendaftar sudah secara otomatis nilai siswa tersebut bertambah, operator sangat teliti, tahun lalu juga tidak ada siswa yang nilainya tidak dimasukkan ke sistem, semua dimasukkan," tegasnya.

Salah satu calon siswa Gilang Rahma memiliki harapan besar untuk bisa diterima di SMK Negeri 3 Kota Jogja tepatnya di jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Ia mengajukan permohonan penambahan nilai atas prestasinya juara pertama dalam kejuaraan taekwondo tingkat DIY. Gilang datang bersama temannya sejak pagi untuk mengantre proses verifikasi. "Ini dapat 12 poin, lumayan bisa menambah nilai, inginnya diterima di SMKN 3 Jogja," ucap remaja asal SMPN 3 Berbah, Sleman ini.

Salah satu orang tua siswa asal Kulonprogo Budi Sumartiningsih mengakui kebijakan penambahan nilai sangat membantu siswa, karena ada penghargaan khusus yang diberikan kepada siswa atas prestasi nonakademik. "Kebetulan anak saya juara satu tenis meja tingkat kabupaten, tadi mengantre sejak pukil 08.30 WIB," ujarnya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online