Harga Cabai Rawit di Gunungkidul Naik Lagi, Tembus Rp80.000
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Ilustrasi PPDB./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL--Sistem real time online (RTO) Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 untuk tingkat SMP dan sederajat di Bantul sudah dimulai sejak Senin (25/6) lalu dan rencananya ditutup pada Kamis (6/7/2018) mendatang. Penerimaaan siswa baru ini akan menggunakan tiga jalur, yakni prestasi, alasan khusus dan zonasi lingkungan.
Khusus untuk jalur lingkungan, penyerahan berkas pendaftaran dimulai hari ini, Jumat (29/6/2018) dan ditutup pada Sabtu (30/6/2018). Di jalur ini, setiap siswa yang jarak rumahnya dalam radius 500 meter dari sekolah akan langsung diterima tanpa melihat berapa pun nilai yang diperoleh saat ujian. Sementara itu, untuk jalur zonasi penyerahan berkas pendaftaran dilakukan mulai 4-6 Juli.
Ketua Panitia PPDB SMP Negeri 1 Bantul, Harjana mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan berbagai sarana prasarana pendukung untuk kelancaran penerimaan siswa baru. Sejak hari pertama pendaftaran online (Senin), sekolah sudah menyediakan beberapa komputer untuk memfasilitasi akses pendaftaran secara RTO.
“Sebenarnya untuk pendaftaran tidak harus datang ke sekolah karena bisa mengakses di laman Bantulkab.siap-PPDB.com. Namun dikarenakan banyak wali murid yang belum paham, maka sekolah menyediakan komputer untuk membantu pengisian data di RTO,” katanya.
Harjana mengungkapkan pendaftaran melalui RTO hanya merupakan langkah awal. Calon siswa baru juga harus menyerahkan berkas untuk verifikasi terkait dengan sekolah yang dipilih. “Setiap siswa bisa memilih dua sekolah. Namun ingat, pemilihan harus dilakukan dengan hati-hati karena setelah berkas masuk dan diverifikasi, maka tidak bisa diubah lagi untuk pilihan sekolah yang telah dipilih,” ucapnya.
Dia menjelaskan untuk penerimaan siswa baru ada tiga jalur meliputi zonasi, prestasi dan alasan khusus. Untuk pembagian kuota, 90% berdasarkan zonansi, 5% lewat jalur prestasi, sedang sisanya 5% berdasar alasan khusus yang disediakan untuk pegawai yang sering berpindah tugas.
“Sudah ada kuotanya sendiri. Khusus untuk zonasi, masih ada kriteria jalur lingkungan, di mana anak yang jarak tinggal dengan sekolah dalam radius 500 meter berdasarkan peta udara yang akan langsung diterima tanpa mekanisme penyaringan,” ujarnya.
“Untuk jalur lingkungan kami memiliki kuota 300 kursi. Berapa pun pendaftar yang memenuhi kriteria jalur lingkungan akan langsung diterima. Sedangkan sisanya akan diisi melalui jalur prestasi dan alasan khusus,” tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul Didik Warsito mengatakan, sistem zonasi yang diterapkan dalam PPBD merupakan cara mendekatkan anak dengan sekolah. Oleh karena itu, dalam penerimaan 90% berdasarkan zonasi. Sedang sisanya berasal dari prestasi dan alasan khusus. “Sudah ada jadwalnya dan mudah-mudahan pelaksanaan berjalan dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit merah di Gunungkidul kembali naik hingga Rp80.000 per kilogram dipicu meningkatnya permintaan jelang rasulan.
Tech3 resmi perpanjang kontrak jangka panjang dengan KTM demi hadapi regulasi baru MotoGP 2027. Tetap dapat pasokan motor spesifikasi pabrikan.
Pelajar 17 tahun tewas usai diduga dianiaya menggunakan senjata tajam di Kotabaru Jogja. Polisi masih memburu pelaku.
Google menghapus 28 aplikasi Android palsu CallPhantom yang mengaku bisa memata-matai WhatsApp dan riwayat panggilan pengguna.
Bisnis ternak sapi dan kambing jelang Iduladha 2026 masih menjanjikan, tetapi peternak harus menghitung modal dan risiko secara matang.
Apple Music menghadirkan Discovery Station, fitur rekomendasi musik baru berbasis algoritma personal untuk menemukan lagu baru.