RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Wisatawan luar kota berjalan-jalan di taman bunga matahari Sanden, Samas, Minggu (1/4/2018)/Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, BANTUL--Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke destinasi wisata Bantul masih minim. Hal ini terlihat dari data kunjungan yang dimiliki Dinas Pariwisata. Selama kurun waktu 2017 jumlah kunjungan mencapai 3,7 juta orang. Namun kunjungan wisman baru di kisaran 10.000 pengunjung.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengakui, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bantul masih didominasi pengunjung dalam negeri. Jumlah kunjungan wisman tidak sebanding dengan tingkat kunjungan wisatawan dalam negeri. “Masih kecil dan hanya di kisaran 10.000 wisatawan asing,” kata Kwintarto.
Dia menjelaskan tingkat kunjungan wisatwan akan terus ditingkatkan. Hal ini tidak lepas dari program Pemkab Bantul memajukan pariwisata menuju tingkat internasional. “Jadi program Bantul menuju pariwisata dunia akan berhasil seiring dengan makin banyaknya wisatawan asing yang berkunjung ke destinasi di Bumi Projotamansari,” ujar pria yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata ini.
Kwintarto menjelaskan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam meningkatkan kunjungan wisman. Salah satunya dengan melihat karakteristik turis yang lebih sensitif ketimbang wisatawan lokal. “Mereka [wisman] lebih peka, mencari keamanan dan rasa nyaman. Jadi karakteristik ini harus benar-benar dipertahankan sehingga wisman betah berkunjung ke Bantul,” katanya.
Untuk mewujudkan Bantul menuju pariwisata dunia, Kwintarto mengaku sudah menyiapkan beberapa program. Selain penataan kawasan destinasi yang lebih baik, juga dilakukan perbaikan fasilitas. Salah satunya dengan memperbaiki fasilitas toilet di lokasi wisata seperti yang ada di hotel berbintang.
“Program sudah mulai dijalankan. Harapannya dengan perbaikan dan penambahan sarana prasarana pendukung, pada 2020 mendatang sudah ada peningkatan kunjungan wisman secara signifikan,” ujarnya.
Anggota Komisi B DPRD Bantul Setiya mendukung penuh upaya Pemkab mewujudkan pariwisata menuju tingkat dunia. Dunia pariwisata menjadi sektor andalan untuk peningkatan pendapatan asli daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Untuk bisa mewujudkan hal ini, sektor pariwisata harus benar-benar digarap dengan serius,” katanya.
Menurut dia, keseriusan pemkab dalam pengembangan sektor pariwisata terlihat mulai dari gran desain perencanaan, pembangunan infrastruktur sarana prasarana pendukung, serta promosi. “Selain itu dalam pembangunan harus ada integrasi kawasan antara satu destinasi ke destinasi lain sehingga bisa saling melengkapi,” ujar Setiya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.