Kunjungan Wisman di Bantul Baru Capai 10.000 Orang

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Selasa, 03 Juli 2018 11:10 WIB
Kunjungan Wisman di Bantul Baru Capai 10.000 Orang

Wisatawan luar kota berjalan-jalan di taman bunga matahari Sanden, Samas, Minggu (1/4/2018)/Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi

Harianjogja.com, BANTUL--Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke destinasi wisata Bantul masih minim. Hal ini terlihat dari data kunjungan yang dimiliki Dinas Pariwisata. Selama kurun waktu 2017 jumlah kunjungan mencapai 3,7 juta orang. Namun kunjungan wisman baru di kisaran 10.000 pengunjung.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengakui, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bantul masih didominasi pengunjung dalam negeri. Jumlah kunjungan wisman tidak sebanding dengan tingkat kunjungan wisatawan dalam negeri. “Masih kecil dan hanya di kisaran 10.000 wisatawan asing,” kata Kwintarto.

Dia menjelaskan tingkat kunjungan wisatwan akan terus ditingkatkan. Hal ini tidak lepas dari program Pemkab Bantul memajukan pariwisata menuju tingkat internasional. “Jadi program Bantul menuju pariwisata dunia akan berhasil seiring dengan makin banyaknya wisatawan asing yang berkunjung ke destinasi di Bumi Projotamansari,” ujar pria yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata ini.

Kwintarto menjelaskan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam meningkatkan kunjungan wisman. Salah satunya dengan melihat karakteristik turis yang lebih sensitif ketimbang wisatawan lokal. “Mereka [wisman] lebih peka, mencari keamanan dan rasa nyaman. Jadi karakteristik ini harus benar-benar dipertahankan sehingga wisman betah berkunjung ke Bantul,” katanya.

Untuk mewujudkan Bantul menuju pariwisata dunia, Kwintarto mengaku sudah menyiapkan beberapa program. Selain penataan kawasan destinasi yang lebih baik, juga dilakukan perbaikan fasilitas. Salah satunya dengan memperbaiki fasilitas toilet di lokasi wisata seperti yang ada di hotel berbintang.
 
“Program sudah mulai dijalankan. Harapannya dengan perbaikan dan penambahan sarana prasarana pendukung, pada 2020 mendatang sudah ada peningkatan kunjungan wisman secara signifikan,” ujarnya.

Anggota Komisi B DPRD Bantul Setiya mendukung penuh upaya Pemkab mewujudkan pariwisata menuju tingkat dunia. Dunia pariwisata menjadi sektor andalan untuk peningkatan pendapatan asli daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Untuk bisa mewujudkan hal ini, sektor pariwisata harus benar-benar digarap dengan serius,” katanya.

Menurut dia, keseriusan pemkab dalam pengembangan sektor pariwisata terlihat mulai dari gran desain perencanaan, pembangunan infrastruktur sarana prasarana pendukung, serta promosi. “Selain itu dalam pembangunan harus ada integrasi kawasan antara satu destinasi ke destinasi lain sehingga bisa saling melengkapi,” ujar Setiya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online