Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Bambang, salah seorang warga Dusun Banyakan, Sitimulyo, Piyungan menaburkan bubuk gergaji kayu di sekitar tumpahan solar di jalur Piyungan-Pleret, Selasa (10/7/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL -- Warga Dusun Banyakan, Sitimulyo, Piyungan mengeluhkan tumpahan solar di jalan raya Piyungan-Pleret. Akibat tumpahan itu sudah sering terjadi kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua.
Salah seorang warga Dusun Banyakan, Bambang mengatakan kasus solar tumpah di ruas jalan Piyungan-Imogiri sudah sering sekali terjadi. Dalam empat hari terakhir sudah dua kali terjadi tumpahan solar di jalan. “Jelas berbahaya, apalagi posisinya di tikungan jalan,” kata Bambang kepada wartawan, Selasa (10/7/2018).
Menurut dia, akibat tumpahan ini di lokasi tersebut sering terjadi kecelakaan karena jalan menjadi licin karena tumpahan solar. Disinggung mengenai penyebab tumpahan solar, Bambang mengaku tidak tahu persis. Namun ia menduga tumpahan disebabkan karena kendaraan bermuatan berat yang melintas di kawasan tersebut.
“Untuk kejadian pasnya tidak ada yang tahu pasti, tetapi saat pagi hari ceceran solar sudah kelihatan,” ucapnya.
Guna mengurangi risiko kecelakaan, warga sekitar berinisiatif menaburi serbuk gergaji di sekitar lokasi. Harapannya dengan taburan tersebut, selain untuk mempercepat pengeringan tumpahan solar, juga bisa menjadi penanda sehingga pengendara motor dapat lebih berhati-hati.
“Kami tidak ingin banyak kecelakaan di sekitar sini [jalur Piyungan-Pleret di Dusun Banyakan], sehingga kami menaburi tumpahan solar dengan serbuk gergaji kayu,” katanya lagi.
Keluhan dari Bambang terkait dengan tumpahan solar di jalanan diamini oleh Tumiran, warga Dusun Banyakan lainnya. Menurut dia, akibat tumpahan solar yang sering terjadi dalam tempo kurang satu bulan sudah ada lima kecelakaan pengendara motor yang jatuh.
“Korban terpeleset karena jalan licin akibat tumpahan solar. Beruntungnya meski jatuh, para pengendara motor tidak ada yang mengalami luka serius,” kata Tumiran.
Dia berharap agar masalah tumpahan solar ini bisa diatasi sehingga tidak membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara motor. Terlebih lagi, di jalur Piyungan-Pleret merupakan jalur ramai yang dilalui oleh pengendara kendaraan.
“Kami tidak tahu mau lapor ke mana. Yang jelas, untuk mengurangi risiko kecelakaan, di sekitar lokasi tumpahan solar ditaburi dengan serbuk gergaji,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Harga emas Pegadaian Sabtu 15 Agustus 2026 naik. Antam Rp2,782 juta, Galeri24 Rp2,677 juta, dan UBS Rp2,736 juta per gram.
Peringatan Memetri Kaistimewan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dimeriahkan dengan aksi donor darah di Pendopo Parasamya, Bantul Sabtu (15/8/2026).
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.
Pengamat UI Muhammad Syaroni Rofii mendorong pemerintah memperkuat sektor energi dan mengurangi ketergantungan impor di tengah geopolitik global.