Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Wisatawan luar kota berjalan-jalan di taman bunga matahari Sanden, Samas, Minggu (1/4/2018)/Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, BANTUL--Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo berpendapat pengembangan sektor kepariwisataan dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengurangi tingkat kemiskinan. Dia berinisiatif untuk mendorong pemerintah desa (pemdes) berpartisipasi aktif dalam pengembangan desa wisata.
Hingga saat ini di Bantul terdapat 39 desa wisata. Meski demikian, partisipasi dan komitmen pemdes untuk mengembangkan desa wisata masih kurang karena umumnya para perangkat hanya sebatas mengetahui.
“Memang sudah ada yang berjalan baik seperti di Mangunan. Namun mayoritas masih belum ada sinkronisasi program di desa untuk pengembangan desa wisata,” kata Kwintarto saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/7/2018).
Menurut dia, untuk pengembangan desa wisata sangat dibutuhkan partisipasi aktif dari desa, khususnya menyangkut masalah program pengembangan, baik secara infrastruktur maupun pendukung lainnya. “Oleh karena itu kami akan mengundang pengelola wisata dan pemdes dalam satu pertemuan sehingga ada komitmen bersama dalam pengembangan,” jelasnya.
Kwintarto menyadari pengembangan destinasi wisata dalam desa wisata menjadi penting karena dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat. Dia mencontohkan keberadaan Kampoeng Mataraman di Pannggungharjo, Sewon.
Berkat ide kreatif dari warga dan didukung oleh pemdes, destinasi wisata ini dapat berkembang dengan baik karena kunjungan menunjukkan lonjakan signifikan. Kondisi tersebut berdampak terhadap omzet yang diraih karena berdasarkan laporan dari kepala desa setempat, di semester pertama 2018 sudah memiliki omzet mencapai Rp1,8 miliar.
“Ini sebagai contoh saja. Yang jelas, semakin banyak pengunjung yang datang maka dapat memberikan peluang kepada warga sekitar sehingga kesejahteraan dapat ditingkatkan,” katanya.
Ditambahkan dia, dalam pengembangan, Pemkab siap membantu peran dari pemdes. Hanya, harus ada kejelasan terkait dengan program hingga status lahan untuk pemberian bantuan.
“Harus jelas dulu karena ini bagian dari pertanggungjawaban kami dalam penggunaan anggaran. Yang jelas, kami siap memberikan pendampingan sehingga pengembangan destinasi wisata dapat fokus dan optimal,” katanya.
Dia menyakini apabila destinasi wisata berkembang dengan baik, warga sekitar ikut merasakan dampaknya karena kesejahteraan dapat meningkat seiring munculnya peluang berusaha. “Dengan adanya usaha di destinasi wisata bisa menjadi sarana meningkatkan kesejahteraan warga sekitar sehingga tingkat kemiskinan dapat dikurangi,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Gelombang gugur massal landa wakil Indonesia di 16 besar Malaysia Masters 2026. Jonatan Christie (jojo) jadi satu-satunya harapan tersisa di perempat final.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa konfirmasi batal berangkat haji 2026 bersama keluarga. Tegaskan bukan karena perintah Presiden Prabowo.
Duta Besar Belanda Marc Gerritsen sangat terkesan dengan pengalaman bersepeda menyusuri pedesaan di sekitar Candi Prambanan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Timnas Kongo batalkan TC di Kinshasa jelang Piala Dunia 2026 akibat wabah virus Ebola jenis Bundibugyo. Skuad Desabre langsung dialihkan ke Eropa.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)