Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Anggota alumni SMP Negeri Sanden saat akan memberikan bantuan air bersih kepada warga di Dusun Siluk I dan SIluk II, Selopamioro, Imogiri. Minggu (23/7/2018). /Ist - Dok panitia
Harianjogja.com, BANTUL – Alumni SMP Negeri Sanden tahun 1974 menggelar acara bakti sosial di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Minggu (23/7/2018). Acara ini diisi dengan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat di Dusun Siluk I dan Siluk II.
Ketua Alumni SMP Negeri Sanden tahun 1974, Subiyanta Hadi mengatakan, bakti sosial yang digelar merupakan bentuk kepedulian alumni terhadap masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Terlebih lagi, seluruh anggota merupakan orang asli Bantul sehingga ingin ikut berpartisipasi dalam memberikan bantuan kepada warga.
“Sudah banyak kegiatan yang kami lakukan, namun untuk kali ini dilaksanakan dengan memberikan bantuan air bersih kepada warga di Desa Selopamioro,” katanya kepada Harianjogja.com, Senin (23/7/2018).
Menurut dia, untuk pembagian air bersih yang diberikan berdasarkan rekomendasi dari Pemerintah Desa setempat. Atas rekomendasi tersebut dipilih Dusun Siluk I dan Siluk II untuk disalurkan air bersih. “Keduanya masuk wilayah yang kekurangan air bersih saat kemarau. Jadi harapannnya dengan bantuan tersebut dapat membantu untuk pemenuhan air bersih,” ungkapnya.
Ditambahkan Subiyanta, kegiatan sosial yang dilakukan tidak hanya untuk membantu warga yang kekurangan. Namun dengan aksi sosial tersebut juga sebagai upaya mempererat tali persaudaraan sesame anggota alumni.
Hingga saat ini, ia mencatat terdapat 96 anggota yang aktif di kegiatan alumni. “Kita masih sering bertemu dan berkunjung ke satu teman ke teman yang lainnya,” ungkap pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan Bantul ini.
Sekretaris Desa Selopamioro, Ngadimin mengaku berterima kasih atas bantuan air bersih dari anggota alumni SMP Negeri Sanden. Menurut dia, dengan bantuan tersebut dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. “Kita pilih dua dusun karena di sana [Siluk I dan Siluk II] sering kekurangan air saat kemarau,” katanya.
Menurut dia, di Siluk I dan Siluk dua terdapat 245 kepala keluarga dengan jumlah penduduk mencapai 745 orang. “Bantuan dari alumni langsung diberikan ke warga dan kami selaku perangkat desa hanya mengarahkan bantuan kemana sehingga agar dapat tepat sasaran,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.