Kasus Kekerasan Anak di Gunungkidul Capai 50 hingga Juli
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Bupati Bantul Suharsono./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL--Bupati Bantul Suharsono berharap partisipasi aktif dari masyarakat untuk memberantas peredaran minuman keras dan narkoba. Hal ini disampaikan saat meresmikan Kantor Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Bantul, Rabu (9/8/2018).
Menurut dia, tanpa partisipasi dari masyarakat upaya pemberantasan tidak akan optimal karena jumlah personel keamanan yang masih sangat terbatas. “Warga harus ikut berpartisipasi. Minimal dengan melaporkan karena merekalah yang tahu kondisi di lingkungan masing-masing,” kata Suharsono.
Guna memberikan rangsangan kepada warga untuk aktif melaporkan, Suharsono mengaku siap memberikan penghargaan. Hingga saat ini, lanjut dia, sudah memberikan penghargaan kepada tiga orang yang telah melaporkan aktivitas yang berbau miras maupun narkoba.
Untuk warga yang mendapatkan hadiah, Suharsono tidak mau membeberkan dengan dalih alasan keamanan.
“Mereka saya berikan uang sebagai penghargaan atas keberanian melapor ke polisi. Yang jelas, saya memberikan hadiah kepada siapa saja yang melaporkan dan langsung ditindaklanjuti polisi. Pukul berapa pun akan saya layani meski sudah pukul 01.00 WIB, saya siap membuka pintu rumah,” katanya.
Dia menambahkan hal yang sama berlaku bagi para pelajar. Siapa saja yang melaporkan akan mendapatkan hadiah apa yang diinginkan. “Mau handphone saya siap membelikan. Asalkan laporan itu sudah ditindaklanjuti polisi,” jelas Suharsono.
Menurut dia, pemberian hadiah sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi warga dalam upaya pengawasan peredaran narkoba dan miras. “Harus diberantas karena peredarannya sudah sangat mengkhawatirkan,” kata dia.
Suharsono menambahkan upaya pemberantasan harus dilakukan bersama semua elemen sehingga hasilnya dapat efektif. “Peredaran itu memang tidak bisa dihilangkan, tetapi upaya peredaran harus ditekan sekecil mungkin,” ujar Bupati.
Kepala BNNK Bantul Arfin Munajah mengatakan peredaran narkoba di Bantul sudah mengkhawatirkan dan menduduki peringkat kedua di DIY. Diharapkan dengan kepemilikan gedung sendiri dapat mengoptimalkan dalam upaya pemberantasan. “Personel kami sudah lengkap, jadi upaya pemberantasan akan lebih dimaksimalkan,” katanya.
Untuk kasus penyalahaan didominasi ganja dan sabu. Sementara untuk usia didominasi pengguna yang masuk usia produktif. “Ada juga yang anak-anak, tetapi kebanyakan hanya obat-obatan keras. Sedang untuk ganja dan sabu lebih kepada pengguna yang telah memiliki pekerjaan dan penghasilan sendiri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.